Hening Fitri
(Yudi Latif)
Saudaraku, sehari pasca-lebaran, senyap terasa menggerayangi po-pori kulit, merasuki ruang kosong. Kicau burung melantunkan melodi sunyi, mengiringi hari yang berjalan perlahan. Dalam momen ini, aku tenggelam dalam kesendirian, mengurus rumah dengan tanganku sendiri, tanpa bantuan yang biasa hadir.
Segala sesuatu kembali ke titik nol. Tempat di mana masa lalu dan masa depan bertaut dalam arus masa kini. Di titik ini, sejarah bisa dirajut ulang—tanpa dendam yang mengendap di belakang, tanpa prasangka yang membayangi langkah ke depan. Awalan segar yang memberi manusia kesempatan mengeja kembali semesta dari alfa, alif.
Aku ingin menorehkan kisah baru. Berkelana, merajut kembali simpul keluarga dalam perjalanan tanpa batas, menyelami dunia lain demi memahami diri sendiri. Sebab dalam cermin yang tak selalu jernih, ada sisi diri yang masih asing. Kita bisa terjebak dalam pujian semu atau terperosok dalam penyesalan. Namun dengan melangkah keluar dari batasan yang mengungkung, dengan melihat dari sudut pandang yang lain, kita bisa menemukan kembali serpihan diri yang tersembunyi.
Kita harus menapaki bumi, menjelajahi perbedaan, dan merasakan denyut peradaban lain. Dengan syukur atas yang kita miliki dan kebijaksanaan untuk belajar dari kelebihan orang lain, kita bisa saling mengisi, saling mengarifkan. Bersama, kita rayakan kehidupan—menyambut misteri dengan kekaguman, menjalin pertemuan dengan semangat, dan merajut harapan yang terus berpendar.
Menghargai setiap detik yang melintas. Mendengar denyut jantung kehidupan yang berdetak dalam detik sang waktu.
https://www.instagram.com/p/DH4QGmxTedK/?img_index=5&igsh=MWh4cnc5Y3Z1bjBnbw==
Diposting ulang oleh POINT Consultant