Webinar Internasional Seri Literasi Keagamaan Lintas Budaya dalam Rangka Merayakan Hari Sumpah Pemuda - Peran Pemuda di Era Digital dalam Memperkuat Kerja Sama - Lintas Agama dan Budaya di Dunia yang Terpolarisasi - Diselenggarakan oleh : MAARIF Institute dan Institut Leimena

 Webinar Internasional Seri Literasi Keagamaan Lintas Budaya dalam Rangka Merayakan Hari Sumpah Pemuda -

Peran Pemuda di Era Digital dalam Memperkuat Kerja Sama -
Lintas Agama dan Budaya di Dunia yang Terpolarisasi -
Diselenggarakan oleh :
MAARIF Institute dan Institut Leimena 


https://pointconsultant3.blogspot.com/2024/10/webinar-internasional-seri-literasi_21.html




https://pointconsultant3.blogspot.com/2024/10/webinar-internasional-seri-literasi_21.html


UNDANGAN

Webinar Internasional Seri Literasi Keagamaan Lintas Budaya dalam Rangka Merayakan Hari Sumpah Pemuda

Peran Pemuda di Era Digital dalam Memperkuat Kerja Sama 

Lintas Agama dan Budaya di Dunia yang Terpolarisasi

Diselenggarakan oleh :
MAARIF Institute dan Institut Leimena 

Didukung oleh :
Templeton Religion Trust

Hadirilah


leimena.org/webinar


JUMAT, 25 OKTOBER 2024
Pukul 19.00 – 21.00 WIB

Disiapkan terjemahan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris
Kata Sambutan (Welcoming Remarks

Andar Nubowo
Direktur Eksekutif, MAARIF Institute
Matius Ho
Direktur Eksekutif, Institut Leimena
Pembicara Kunci/ Keynote Speakers
Prof. Dr. Abdul Mu’ti
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia
Pembicara/Panelis (Speakers/Panelists)
Dr. Farid F. Saenong, M.A.
Kepala Bidang Pendidikan dan Pelatihan, Masjid Istiqlal
Riandy Prawita
Ketua Umum Ikatan Pelajar Muhammadiyah 
Septiaji Eko Nugroho, S.T., M.Sc.
Ketua Presidium MAFINDO
Desca Lidya Natalia 
Wartawan Antara News

Dr. Chris Seiple
Senior Fellow Comparative Religion di Jackson School of International Studies, University of Washington

Moderator: 
Alisa Badria Nindia
MAARIF Institute

Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Di tengah kondisi bangsa Indonesia yang masih dijajah dan terpecah belah oleh perbedaan suku, ras, agama dan bahasa, para pemuda di tahun 1928 telah bersumpah untuk bertumpah darah yang satu - tanah air Indonesia; berbangsa yang satu - bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan - bahasa Indonesia. Kongres Pemuda 1928 ini merupakan wujud nyata dari kolaborasi lintas agama dan budaya. Para pemimpin dari berbagai organisasi pemuda, seperti Jong Java, Jong Ambon, Jong Islamieten Bond, dan lainnya berkumpul merumuskan ikrar bersama yang kemudian membawa bangsa Indonesia meraih kemerdekaan di tahun 1945. Kemerdekaan Indonesia tercapai berkat kerjasama para pendiri bangsa yang berasal dari latar belakang berbeda untuk mencapai tujuan bersama tanpa mengorbankan keyakinan masing-masing atau berusaha mendominasi yang lain. 

Dalam era digital yang semakin terhubung dengan teknologi dan informasi, peran pemuda sebagai agen perubahan semakin vital. Pemuda memiliki potensi besar dalam mempengaruhi narasi sosial melalui media digital, termasuk dalam mempromosikan toleransi beragama dan budaya. Namun, polarisasi yang semakin tinggi di masyarakat membuatnya rentan terhadap pengaruh negatif seperti hoaks, ujaran kebencian, dan radikalisme yang disebarkan melalui dunia maya, yang berpotensi memecah-belah keberagaman. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah pendekatan untuk mengimplikasikan peran pemuda dalam memperkuat kohesi sosial di era digital dan dunia yang terpolarisasi. 
Literasi keagamaan lintas budaya adalah sebuah pendekatan kreatif dalam menciptakan masyarakat yang toleran dan inklusif. Dengan mendalami pemahaman tentang agama dan budaya lain, pemuda dapat mengembangkan apresiasi yang mendalam terhadap keberagaman dan membangun hubungan yang kuat dan harmonis dengan orang lain. Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda,  Webinar Internasional seri Literasi Keagamaan Lintas Budaya ini menjadi sebuah momentum untuk mengajak kembali pemuda dan seluruh masyarakat untuk bersatu dalam keberagaman. Webinar ini akan mendiskusikan peran pemuda dalam memperkukuh toleransi antar agama dan budaya di era digital dari berbagai perspektif global.

Prof. Dr. Abdul Mu’ti, akan merefleksikan nilai-nilai Sumpah Pemuda. Dr. Farid F. Saenong, M.A., akan menjelaskan tentang pendekatan literasi keagamaan lintas budaya yang sejalan dengan nilai-nilai Sumpah Pemuda serta menyoroti peran penting pemuda dalam memperkuat kohesi sosial di era digital. Riandy Prawita, akan memaparkan pentingnya peran kaum muda dalam membangun kolaborasi antara orang yang berbeda agama, suku, ras, dan budaya. Septiaji Eko Nugroho, S.T., M.Sc., akan berbagi pengalaman tentang strategi membangun narasi positif dan menangkal hoaks serta ujaran kebencian berbasis agama melalui media sosial. Desca Lidya Natalia, akan menjelaskan pentingnya memilih sumber informasi yang kredibel dan keterampilan memahami berita yang mengandung misinformasi, disinformasi serta half-truth information sebagai upaya pencegahan hoaks dalam arus digital. Dr. Chris Seiple, akan menjelaskan tentang pendekatan literasi keagamaan lintas budaya yang sejalan dengan nilai-nilai Sumpah Pemuda serta menyoroti peran penting pemuda dalam memperkuat kohesi sosial di era digital.


DAFTAR DI SINI
Copyright © 2024 Institut Leimena, All rights reserved. 

Publikasi ini dipersembahkan oleh Institut Leimena, lembaga non profit dengan misi: “Mengembangkan peradaban Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, dan peradaban dunia yang menjunjung tinggi harkat manusia, melalui kerjasama dalam masyarakat yang majemuk.”

 





FORMULIR REGISTRASI

Webinar Internasional Seri Literasi Keagamaan Lintas Budaya dalam Rangka Merayakan Hari Sumpah Pemuda

Peran Pemuda di Era Digital dalam Memperkuat Kerja Sama Lintas Agama dan Budaya di Dunia yang Terpolarisasi

 

Diselenggarakan oleh

MAARIF Institute dan Institut Leimena

Didukung oleh

Templeton Religion Trust

JUMAT, 25 Oktober 2024
Pukul 19.00 – 21.00 WIB

Disiapkan terjemahan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris

Terima kasih atas pendaftaran Bapak/Ibu R. TRI PRIYO NUGROHO, S.SOS mengikuti Webinar Internasional Seri Literasi Keagamaan Lintas Budaya dalam Rangka Merayakan Hari Sumpah Pemuda:

Peran Pemuda di Era Digital dalam Memperkuat Kerja Sama Lintas Agama dan Budaya di Dunia yang Terpolarisasi

 

The Role of Youth in Strengthening Interfaith and Cultural Collaboration in the Digital Era and a Polarized World

 

pada hari Jumat, 25 Oktober 2024 pukul 19.00-21.00 WIB (Via ZOOM)

Link Zoom Webinar Internasional telah kami kirim ke email Bapak/Ibu di tripriyonugroho@gmail.com. Silakan cek inbox dan spam folder.

Dengan hadir 5-10 menit sebelumnya, Bapak/Ibu bisa memastikan diri telah tersambung ke Zoom Webinar dengan baik. 

Pastikan masuk menggunakan nama dan email sesuai pendaftaran untuk verifikasi kehadiran. Panitia berhak tidak memberikan e-certificate bila peserta masuk menggunakan nama dan alamat email yang berbeda.

Jika terverifikasi hadir, sertifikat akan dikirim maksimal 14 hari kerja setelah Webinar berakhir ke email terdaftar tripriyonugroho@gmail.com

Pastikan audio dan speaker Bapak/Ibu berfungsi dengan baik.

Untuk mendengar Webinar dalam Bahasa Indonesia, silakan pilih menu Interpretation dan pilih BAHASA INDONESIA.

Klik tautan ini untuk memulai https://us06web.zoom.us/j/81171421748

Meeting ID Webinar: 811 7142 1748 (tanpa password)

Bila ada kendala teknis, silakan WhatsApp ke nomor 081222229561

Selamat ber-Webinar!

MAARIF Institute dan Institut Leimena

Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Di tengah kondisi bangsa Indonesia yang masih dijajah dan terpecah belah oleh perbedaan suku, ras, agama dan bahasa, para pemuda di tahun 1928 telah bersumpah untuk bertumpah darah yang satu – tanah air Indonesia; berbangsa yang satu – bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan – bahasa Indonesia. Kongres Pemuda 1928 ini merupakan wujud nyata dari kolaborasi lintas agama dan budaya. Para pemimpin dari berbagai organisasi pemuda, seperti Jong Java, Jong Ambon, Jong Islamieten Bond, dan lainnya berkumpul merumuskan ikrar bersama yang kemudian membawa bangsa Indonesia meraih kemerdekaan di tahun 1945. Kemerdekaan Indonesia tercapai berkat kerjasama para pendiri bangsa yang berasal dari latar belakang berbeda untuk mencapai tujuan bersama tanpa mengorbankan keyakinan masing-masing atau berusaha mendominasi yang lain.

Dalam era digital yang semakin terhubung dengan teknologi dan informasi, peran pemuda sebagai agen perubahan semakin vital. Pemuda memiliki potensi besar dalam mempengaruhi narasi sosial melalui media digital, termasuk dalam mempromosikan toleransi beragama dan budaya. Namun, polarisasi yang semakin tinggi di masyarakat membuatnya rentan terhadap pengaruh negatif seperti hoaks, ujaran kebencian, dan radikalisme yang disebarkan melalui dunia maya, yang berpotensi memecah-belah keberagaman. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah pendekatan untuk mengimplikasikan peran pemuda dalam memperkuat kohesi sosial di era digital dan dunia yang terpolarisasi.

Literasi keagamaan lintas budaya adalah sebuah pendekatan kreatif dalam menciptakan masyarakat yang toleran dan inklusif. Dengan mendalami pemahaman tentang agama dan budaya lain, pemuda dapat mengembangkan apresiasi yang mendalam terhadap keberagaman dan membangun hubungan yang kuat dan harmonis dengan orang lain. Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda,  Webinar Internasional seri Literasi Keagamaan Lintas Budaya ini menjadi sebuah momentum untuk mengajak kembali pemuda dan seluruh masyarakat untuk bersatu dalam keberagaman. Webinar ini akan mendiskusikan peran pemuda dalam memperkukuh toleransi antar agama dan budaya di era digital dari berbagai perspektif global.

Prof. Dr. Abdul Mu’ti, akan merefleksikan nilai-nilai Sumpah Pemuda. Dr. Farid F. Saenong, M.A., akan menjelaskan tentang pendekatan literasi keagamaan lintas budaya yang sejalan dengan nilai-nilai Sumpah Pemuda serta menyoroti peran penting pemuda dalam memperkuat kohesi sosial di era digital. Riandy Prawita, akan memaparkan pentingnya peran kaum muda dalam membangun kolaborasi antara orang yang berbeda agama, suku, ras, dan budaya. Septiaji Eko Nugroho, S.T., M.Sc., akan berbagi pengalaman tentang strategi membangun narasi positif dan menangkal hoaks serta ujaran kebencian berbasis agama melalui media sosial. Desca Lidya Natalia, akan menjelaskan pentingnya memilih sumber informasi yang kredibel dan keterampilan memahami berita yang mengandung misinformasi, disinformasi serta half-truth information sebagai upaya pencegahan hoaks dalam arus digital. Dr. Chris Seiple, akan menjelaskan tentang pendekatan literasi keagamaan lintas budaya yang sejalan dengan nilai-nilai Sumpah Pemuda serta menyoroti peran penting pemuda dalam memperkuat kohesi sosial di era digital.

Sambutan Pembuka:

Andar Nubowo

Direktur Eksekutif, MAARIF Institute

Matius Ho

Direktur Eksekutif, Institut Leimena

Pembicara Kunci:

Prof. Dr. Abdul Mu’ti

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia

Pembicara:

Dr. Farid F. Saenong, M.A.

Kepala Bidang Pendidikan dan Pelatihan, Masjid Istiqlal

Riandy Prawita

Ketua Umum Ikatan Pelajar Muhammadiyah

Septiaji Eko Nugroho, S.T., M.Sc.

Ketua Presidium MAFINDO

Desca Lidya Natalia

Wartawan Antara News

Dr. Chris Seiple

Senior Fellow Comparative Religion di Jackson School of International Studies, University of Washington

Moderator:

Alisa Badria Nindia

MAARIF Institute

Responsible Citizenship

in Religious Society

Ikuti update Institut Leimena *

Kirim

@institutleimena

Follow

Warganegara.org

Follow

✉ info@leimena.org

 +62 811 1088 854

© Institut Leimena 2024 | All rights reserved

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama