Arsitektur Rumah Tradisional Aceh
Arsitektur Rumah Tradisional Aceh, atau dikenal sebagai Rumoh Aceh/Krong Bade, adalah rumah panggung kayu berbentuk persegi panjang dengan orientasi timur-barat, didukung 60-70 tiang tinggi (2,5-3m) untuk ketahanan gempa dan banjir. Ciri khasnya meliputi atap rumbia, pintu rendah (120-150cm) sebagai penghormatan, dan material alami tanpa paku.
Fitur Utama Arsitektur Rumoh Aceh :
- Struktur Panggung: Terdiri dari tiang-tiang kayu bundar yang tinggi, berfungsi menghindari binatang buas dan banjir.
- Orientasi: Memanjang dari timur ke barat, dengan pintu utama menghadap utara atau selatan (kiblat).
- Bagian-bagian Rumah: Terbagi menjadi tiga bagian utama: Seuramoë Keuë (serambi depan), Seuramoë Teungoh (serambi tengah/inti), dan Seuramoë Likôt (serambi belakang).
- Material: Menggunakan bahan alami seperti kayu, papan, dan atap rumbia yang kokoh.
- Ruang Bawah (Yup Rumaoh): Area di bawah panggung, sering digunakan untuk beristirahat, menyimpan alat pertanian, atau menenun.
Jenis Rumah Tradisional Aceh :
- Rumah Krong Bade: Rumah adat utama yang sering diidentikkan dengan budaya Aceh.
- Rumah Santeut: Varian lain rumah tradisional Aceh.
- Rumah Rangkang: Biasanya berupa struktur lebih sederhana atau balai kecil.
Rumoh Aceh dirancang dengan filosofi yang merepresentasikan nilai-nilai religius dan adaptasi terhadap lingkungan alam sekitar.
POINT Consultant



.jpg)
.jpg)