SERATUS HARI
by Zeng Wei Jian
Sumber pemberitaan from Facebook :
https://www.facebook.com/share/v/1E7WU2Kf7q/
SERATUS HARI
by Zeng Wei Jian
Satu hari pasca dilantik, Trump nge-gaz. Kurang dari seminggu, dia sudah rilis 53 executive orders. Terbanyak dalam 100 hari pertama presiden selama 40 tahun terakhir.
Targetnya: reshaping the government, America’s place on the global stage dan the day-to-day lives of people in the country.
Termasuk mengakhiri birthright citizenship, mengampuni January 6 rioters, curbing DEI dan “gender radicalism” in the military. Semuanya dilakukan dalam rangka "to complete restoration of America".
Trump memerintahkan pembangunan a huge detention facility at Guantánamo Bay yang bisa tampung 30 ribu illegal aliens.
Selain memulai proses developing "American Iron Dome", Trump menghabisi policy Joe Biden yang melarang sedotan plastik. Statistik UN Environment Program mencatat 460 juta metric ton plastic diproduksi per tahun. Sampah plastik merusak laut & microplastics membahayakan kesehatan.
Tapi riset lain menyatakan sedotan kertas mengandung "forever chemicals" seperti bahan polyfluoroalkyl atau PFAS. Sama bahayanya.
Trump tidak takut mengumpulkan Oligarchs (super-rich, politically connected individuals), warmongers, dan tech billionaires seperti Amazon founder Jeff Bezos, Meta CEO Mark Zuckerberg, OpenAI CEO Sam Altman, Silicon Valley billionaire Peter Thiel dan lain-lain.
The first buddy, A proto-fascist tech oligarch Elon Musk dibantu major donor Vivek Ramaswamy diberi mandat bentuk "Department of Government Efficiency” (DOGE). Sebuah entitas yang beroperasi di luar pemerintahan. Bukan komisi resmi atau official federal agency. Perannya beri advice ke White House soal slashing spending and dismantling the federal bureaucracy.
Pembubaran USAID dan pengurangan karyawan CIA adalah outcome pertamanya.
Term “oligarch” berhubungan erat dengan modern Russia. Setelah Soviet Union runtuh, kelompok businessmen memperkaya diri di arena industri di bawah kekuasaan President Boris Yeltsin. Mereka dikenal sebagai "oligarchs".
Setelah Putin berkuasa, dia mengadakan pertemuan closed-door di Kremlin dengan para top oligarch. Dealnya: Stay out of politics and your wealth won’t be touched.
Russian oligarchs yang tidak dipenjara atau mati semakin uber-wealthy dan tetap under Putin’s control.
Seratus hari Prabowo-Gibran beri harapan baru. Sekali pun speed-nya relatif lambat dibanding Trump's disruption. LMK Kapuk Juhay Hardiansyah mengatakan, "Baru kali ini kita merasa punya presiden".
Prabowo-Gibran menghadapi tantangan 3 forces i.e. Ekonomi, internal struggle, dan great power conflict.
Kekacauan ekonomi mengharuskan Efisiensi. President Prabowo sendiri turun nge-cek penggunaan anggaran sampai level 9. Hasilnya efisiensi anggaran belanja negara tahun 2025 sebesar Rp 306 triliun.
Di samping tutup kran dana mubazir IKN dan meringankan beban penjara dengan membebaskan korban penyalah-gunaan narkotika.
Fokus efisiensi dengan turun tangan langsung mengendorkan handling masalah social politik lain. Prestasi menangkap beberapa orang koruptor belom maximal. Perlawanan dari "raja kecil" yang tolak anggarannya dipangkas harus direspond dengan iron fist.
Presiden Prabowo mesti angkat "Elon Musk-nya Indonesia" yang beroperasi di luar kabinet dalam rangka efisiensi. Sehingga Presiden bisa konsentrasi di persoalan lain.
Selain efisiensi, maximalisasi kekuatan oligarchs di bawah kendali presiden, terobosan selain MBG seperti legalisasi cannabis dan casino untuk menambah cash inflow patut dipikirkan. Mengembalikan culture statecraft dengan memenjarakan Rocky Gerung cs dan meredam kebangkitan gerakan sayap kanan anti pancasila adalah tugas harian presiden.
Disrupsi terkendali adalah sinyal adanya terobosan yang dilakukan pemerintah.
THE END
Ditulis ulang oleh POINT Consultant