Lautan Manusia di Puncak Peringatan Haul Ke-55 Mbah Wahab, Penuhi Sudut Tambakberas - Jombang - Jawa Timur
(Tambak Beras Jombang Jatim, Cucu KH Wahab Hasbullah, Komisaris PT Semen Indonesia)
Suasana khidmat menyelimuti Halaman Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas saat para santri dan ribuan jamaah dari berbagai penjuru berkumpul untuk memperingati Haul ke-55 almaghfurlah KH Abdul Wahab Chasbullah pada Ahad (10/5/2025).
Momentum ini menjadi magnet yang memiliki daya tarik besar bagi Nahdliyin di berbagai penjuru, mulai dari keluarga besar Mbah Wahab, santri, warga sekitar, pengurus NU hingga para pejabat. Berbagai elemen ini tumpah ruah dalam satu tujuan, mengharap keberkahan Sang Penggerak NU. Di barisan kursi depan, tampak hadir Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar parawansa, Ketua PWNU Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz dan Bupati Jombang, H Warsubi.
Mereka datang dan turut membaur bersama para jamaah, demi memberikan penghormatan kepada sang pahlawan nasional. Gelombang jamaah dan para tokoh yang mengalir sejak pagi itu seakan menegaskan bahwa kecintaan umat terhadap Mbah Wahab tidak juga luntur bahkan di tahun ke-55 sosoknya meninggalkan dunia ini.
Dalam sambutannya, Putra Mbah Wahab, KH Hasib Wahab menyampaikan rasa syukur atas kehadiran ribuan santri dan Nahdliyin yang memadati lokasi acara. Ia menegaskan bahwa perkumpulan tersebut merupakan wujud nyata persatuan kaum Nahdliyin dan para kader NU. "Ini yang hadir di sini, jamaah sebanyak ini, semuanya Nahdliyin, warga NU. Ada santri kami yang totalnya ribuan, lalu juga ada para pengurus dan kader NU," ungkapnya. Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Kiai Hasib ini menceritakan bahwa keberadaan pesantren yang kini telah menginjak usia dua abad tersebut merupakan buah dari perjuangan spiritual yang panjang.
"Pesantren ini telah ditirakati sejak masa kepemimpinan Mbah Abdussalam hingga sekarang sampai pada estafet generasi kelima dan keenam," jelasnya. Ia mengingatkan bahwa usia 2 abad yang telah dilalui haruslah menjadi pemantik semangat generasi saat ini, agar meneruskan serta melestarikan perjuangan, gagasan, dan pemikiran Mbah Wahab.
Reposting by POINT Consultant


