PUSDANKOR DISKUSI PUBLIK SERI 4 :
Pusat Studi Arsip Pemberantasan Korupsi (Pusdankor) adalah lembaga yang dikelola oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) untuk mengelola, melestarikan, dan memanfaatkan arsip-arsip terkait penegakan hukum dan pencegahan korupsi di Indonesia dari masa kolonial hingga era kemerdekaan.
Pusat studi ini berlokasi di Jalan Warung Buncit Raya No. 26, Jakarta Selatan, dan berfungsi sebagai centre of excellence untuk penelitian, edukasi, serta peningkatan transparansi publik.
anti korupsi pusat studi arsip pemberantasan korupsi
Pusat Studi Arsip Pemberantasan Korupsi (PUSDANKOR) adalah fasilitas yang dikelola oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Terletak di Jalan Warung Buncit Raya Nomor 26, Jakarta Selatan, pusat ini menyimpan arsip sejarah penegakan hukum tindak pidana korupsi dari era kolonial VOC hingga kemerdekaan.
Fasilitas ini dibuka sebagai sarana edukasi, penelitian, dan pelayanan publik yang terbuka untuk umum. Di sini, pengunjung dapat mengakses berbagai layanan penting, seperti:
1. Ruang Pameran Arsip: Menyajikan ilustrasi dan dokumen sejarah pemberantasan korupsi di Indonesia dari masa ke masa.
2. Ruang Baca dan Kajian: Menyediakan referensi literatur dan berkas kearsipan bagi akademisi, peneliti, maupun mahasiswa.
3. Pendidikan Antikorupsi: Berperan sebagai pusat pembelajaran dan sosialisasi pencegahan serta sejarah penegakan hukum.
Korupsi merupakan ancaman nyata yang merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa, menghambat pembangunan nasional, merusak sistem demokrasi, serta menurunkan kualitas pelayanan publik. Berdasarkan kajian dan penelusuran sejarah arsip oleh Pusat Studi Arsip Pemberantasan Korupsi (Pusdankor) di bawah Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), dampak dan pencegahannya dapat diuraikan secara spesifik sebagai berikut :
1. Dampak Korupsi sebagai Ancaman Bangsa
- Kerusakan Ekonomi dan Kesejahteraan: Korupsi menguras anggaran negara yang seharusnya digunakan untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan, sehingga memicu kesenjangan sosial.
- Lemahnya Pertahanan dan Keamanan: Anggaran yang dikorupsi dapat melemahkan kapasitas alat utama sistem senjata (alutsista) dan kualitas sumber daya manusia di sektor pertahanan.
- Krisis Kepercayaan: Merajalelanya korupsi di lingkungan penegak hukum memicu hilangnya kepercayaan publik (public trust) terhadap lembaga negara dan keadilan sistem hukum di Indonesia.
2. Strategi Pencegahan
- Pendidikan Antikorupsi: Menerapkan nilai-nilai integritas sedini mungkin untuk membangun kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap bahaya korupsi.
- Reformasi Sistem: Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam birokrasi pemerintahan serta pelayanan publik.
- Pembelajaran Berbasis Arsip: Memanfaatkan catatan sejarah dan arsip korupsi masa lalu mulai dari era kolonial hingga reformasi sebagai instrumen evaluasi kebijakan dan pembelajaran agar praktik serupa tidak terulang di masa depan.
LINK ABSENSI (Absensi, Materi & Sertifikat) :
Bapak/Ibu peserta yang kami hormati, silahkan mengakses tautan berikut : https://bit.ly/m/DiskusiPublikSeri4 untuk daftar hadir sebagai syarat penerbitan sertifikat. Mohon untuk mengisi formulir tersebut dengan lengkap dan benar. Terima kasih
https://bit.ly/m/DiskusiPublikSeri4
Link from zoom chat :
Hi, I'm transcribing this call with my Tactiq AI Extension. https://tactiq.io/r/transcribing
Halo, #SahabatArsip! Jangan lewatkan program Diskusi Publik Seri 4 persembahan dari Pusat Studi Arsip Pemberantasan Korupsi Arsip Nasional Republik Indonesia dengan tema “Korupsi sebagai Ancaman Bangsa: Dampak dan Pencegahannya” pada:
🗓️ Selasa, 21 Juli 2026
⏰ 08.30 – 12.00 WIB
📍 Live Streaming via YouTube Arsip Nasional RI (https://youtube.com/@arsipnasionalrepublikindonesia?si=HczMernIGIqQEDiu)
Jangan sampai ketinggalan ya. Salam arsip!
*Tersedia E-Sertifikat*
Berikut dokumentasi kegiatan webinar tersebut :
MATERI WEBINAR SERI 4 1. Korupsi Sebagai Ancaman Nyata Masa Depan Bangsa 2. KORUPSI SEBAGAI ANCAMAN BANGSA 3. PENGELOLAAN ARSIP TEMA KORUPSI PPP






































































