TNI AD Gandeng 4 Pemda Kelola Sampah Berbasis Teknologi (Kota Bekasi, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Semarang)
Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak resmi menjalin kerja sama dengan 4 Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mengelola sampah berbasis teknologi ramah lingkungan.
Meskipun penandatanganan komitmen bersama ini dilakukan di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta pada Jumat (7/8/2026), 4 daerah yang bekerja sama dengan TNI AD bukanlah Pemda di dalam wilayah administratif Jakarta, melainkan daerah penyangga serta wilayah strategis lainnya. Salah satu prioritas utama implementasinya difokuskan di kawasan Bantargebang, Bekasi, yang merupakan tempat pemrosesan akhir sampah terbesar milik DKI Jakarta.
4 Pemda yang Bekerja Sama dengan TNI AD.
Kerja sama antara TNI AD dan keempat pemerintah daerah tersebut ditujukan untuk mengatasi kondisi darurat sampah nasional melalui penerapan teknologi modern berbasis pirolisis guna mengolah sampah menjadi sumber energi atau bahan bakar.
Berikut detail Kerja Sama Pengelolaan Sampah
1. Waktu Penandatanganan: Jumat, 7 Agustus 2026 di Mabesad, Jakarta.
2. Pihak Terkait: Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak bersama para kepala daerah terkait.
Daftar 4 Pemda :
1. Pemerintah Kota Bekasi
2. Pemerintah Kota Bogor
3. Pemerintah Kabupaten Bogor
4. Pemerintah Kota Semarang
Teknologi Utama: Pirolisis untuk mengurai sampah secara terpadu dan berkelanjutan.
Hal Penting Kesepakatan Kerja Sama
1. Teknologi Pirolisis: Pengelolaan sampah ini akan berfokus pada teknologi pre-treatment dan pabrik pirolisis (pemanasan bahan organik suhu tinggi tanpa oksigen). Sampah-sampah tersebut akan diolah menjadi sumber energi baru atau bahan bakar minyak (BBM).
2. Arahan Presiden: Langkah strategis TNI AD ini merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi Presiden RI Prabowo Subianto yang menegaskan persoalan sampah nasional sudah masuk tahap darurat.
3. Fokus di Bantargebang: Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengonfirmasi teknologi ini diprioritaskan di TPST Bantargebang untuk mempercepat pengurangan tumpukan gunung sampah Jakarta yang berada di wilayah Bekasi.
4. Energi Listrik di Bogor: Khusus wilayah Bogor (Kota dan Kabupaten), kerja sama juga diarahkan pada optimalisasi lahan hibah TNI (Kopassus) untuk mempercepat pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Galuga.
TNI AD menjalin kerja sama dengan empat pemerintah daerah untuk mengolah sampah menjadi energi melalui teknologi pirolisis, dengan target operasional pada April 2027 dan kapasitas 100 ton per hari. Proyek yang menargetkan kawasan TPST Bantargebang dan PSEL Galuga ini menggunakan teknologi ramah lingkungan yang mampu mengubah sampah menjadi solar dan listrik.
Kerja sama strategis antara TNI AD dan 4 Pemerintah Daerah (Pemda) menggunakan pendekatan modern terintegrasi untuk mengeksekusi proyek ini di lapangan.
Berikut rincian mendalam mengenai lokasi proyek, teknologi, kapasitas, serta peran konkret prajurit TNI AD:
Lokasi Spesifik Proyek & Pemanfaatan Lahan
Penerapan pabrik pirolisis dan fasilitas pengolahan sampah ini akan berfokus di wilayah-wilayah kritis berikut :
TPST Bantar Gebang
Tempat Pembuangan Sampah Jawa Barat
Click here :
https://share.google/r7JoNva6dkwcbrTNn
Menjadi prioritas utama untuk mengikis gunung sampah residu Jakarta setinggi gedung 16 lantai yang menumpuk di Bekasi.
TPA GALUGA
Tempat Pembuangan Sampah Jawa Barat
Click here :
https://share.google/VR9S9NDD0VrfkI1Y0
Proyek di wilayah Bogor (Kota dan Kabupaten) memanfaatkan lahan hibah dari Komando Pasukan Khusus (Kopassus) guna membangun fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).
Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Semarang
Kota Semarang ditunjuk sebagai percontohan nasional pengelolaan residu sampah yang sudah tidak bisa diurai konvensional.
Kapasitas Pengolahan & Output Energi
1. Target Operasional: Pembangunan infrastruktur dan persiapan komersial ditargetkan rampung dan mulai beroperasi penuh pada April 2027.
2. Bahan Baku Residu: Teknologi difokuskan pada sampah residu lama (termasuk deposit puluhan juta ton di TPA) yang sulit didaur ulang secara biasa.
3. Output Berkelanjutan: Menggunakan riset mutakhir Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), sampah didekomposisi termal tanpa oksigen untuk dikonversi menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) setara solar, gas, dan energi listrik.
4. Efisiensi Anggaran: Skema kerja sama ini dirancang agar tidak membebani APBD/APBN, tanpa perlu investasi langsung atau subsidi dari pemerintah daerah karena dijalankan bersama mitra teknologi berpengalaman.
Peran Konkret Prajurit TNI AD di Lapangan
TNI AD tidak sekadar menandatangani berkas, melainkan menerjunkan personelnya untuk beberapa peran krusial:
1. Pengamanan Fasilitas Vital: Menjamin kelancaran pembangunan fisik pabrik dan mengamankan aset atau lahan hibah militer dari konflik sosial atau sengketa.
2. Dukungan Logistik & Distribusi: Membantu pemda dalam sistem tata kelola penjemputan, pengangkutan, hingga mobilisasi sampah dari hulu ke fasilitas pengolahan.
3. Terobosan Regulasi (Debottlenecking): Bersama Menko Bidang Pangan, TNI AD masuk sebagai akselerator untuk memotong birokrasi, tumpang tindih regulasi, dan prosedur administratif yang selama ini memperlambat eksekusi proyek lingkungan.
Berikut beritanya :
TNI AD Gandeng 4 Pemda Kelola Sampah Berbasis Teknologi
Penandatanganan kesepakatan pengelolaan sampah TNI AD dan empat Pemda. (Foto: Dok. Dispenad/Googling)
Jakarta, IDM – TNI Angkatan Darat bersama empat pemerintah daerah (Pemda) menyepakati kerja sama pengelolaan sampah berbasis teknologi.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyebut keterlibatan TNI AD merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto agar seluruh jajaran turut berperan aktif mengatasi persoalan sampah yang kini telah menjadi tantangan nasional.
“Bapak Presiden menegaskan bahwa persoalan sampah telah berada pada kondisi yang darurat dan meminta seluruh jajaran untuk ikut berperan aktif dalam mencari solusi. Arahan Presiden itulah yang menjadi motivasi kami di TNI Angkatan Darat untuk ikut terlibat dalam upaya penanganan sampah. TNI Angkatan Darat siap mendukung seluruh program pemerintah tersebut,” kata Maruli saat penandatanganan Komitmen Bersama di Aula Jati Kusumo, Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Jumat (7/8).
Empat Pemda tersebut yaitu, Pemerintah Kota Bekasi, Pemerintah Kota Bogor, Pemerintah Kabupaten Bogor, dan Pemerintah Kota Semarang. Kesepakatan ini dimaksudkan sebagai langkah mempercepat penanganan persoalan sampah sekaligus mendukung program pemerintah dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Pengelolahan Berbasis Teknologi Pirolisis
Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan nantinya pengelolaan sampah ini berbasis teknologi pirolisis. Ia berharap kolaborasi ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam mempercepat implementasi sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berkelanjutan.
“Di berbagai negara maju, persoalan sampah telah mampu diatasi melalui pengelolaan yang modern. Tantangan terbesar yang kita hadapi bukan pada teknologinya, melainkan pada banyaknya regulasi dan prosedur yang selama ini menghambat percepatan penyelesaiannya,” ungkap Zulkifli.
Ia memastikan pemanfaatan teknologi pirolisis direncanakan akan diterapkan sedikitnya di lima lokasi, yakni Jakarta, Bogor, Bekasi, Semarang, dan sejumlah daerah lainnya. Kawasan Bantargebang menjadi salah satu prioritas mengingat kapasitasnya sebagai tempat pemrosesan akhir sampah terbesar di Indonesia.
By POINT Consultant











