KAJIAN STRATEGI PERUMAHAN RAKYAT PROGRAM 3 JUTA RUMAH
(Kolaborasi Pemerintah, Danantara, Perbankan, dan Developer Swasta untuk Memenuhi Kebutuhan Papan Masyarakat Menengah ke Bawah)
KAJIAN STRATEGI PERUMAHAN RAKYAT PROGRAM 3 JUTA RUMAH
(Kolaborasi Pemerintah, Danantara, Perbankan, dan Developer Swasta untuk Memenuhi Kebutuhan Papan Masyarakat Menengah ke Bawah)
Penulis : R. Try Priyo Nugroho (POINT Consultant)
Kediri, Agustus 2026
ABSTRAK
Program 3 Juta Rumah merupakan salah satu agenda strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang
menempatkan kebutuhan papan sebagai bagian penting dari pembangunan kesejahteraan masyarakat. Program ini tidak
cukup dilaksanakan hanya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), tetapi membutuhkan orkestrasi
antara Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), pemerintah daerah, Danantara, perbankan, BP Tapera,
BUMN, koperasi, asosiasi pengembang, developer swasta, dunia industri, serta masyarakat.
Menteri PKP Maruarar Sirait telah mendorong pendekatan kolaboratif tersebut. Sementara itu, Rosan Perkasa Roeslani
dan Danantara mengambil posisi penting dalam memperkuat ekosistem pembiayaan dan investasi. Di sisi swasta,
sejumlah perusahaan dan kelompok usaha besar telah menunjukkan keterlibatan, antara lain Lippo Group/Lippo Cikarang,
Astra, Summarecon, Agung Sedayu Group, Ciputra Group, serta asosiasi pengembang seperti APERSI. Pada 27 Agustus
2026, Danantara Housing Expo 2026 bahkan menghadirkan lebih dari 130 pengembang dengan pasokan sekitar 100.000–
120.000 unit hunian.
Artikel ini menawarkan model "Pentahelix Perumahan Rakyat" dengan prinsip: tanah tersedia, pembiayaan murah,
perizinan cepat, developer sehat, rumah berkualitas, penerima tepat sasaran, dan pengawasan transparan.
Kata kunci : 3 Juta Rumah, Maruarar Sirait, Danantara, Rosan Roeslani, MBR, developer swasta, FLPP, KPR subsidi,
perumahan rakyat, pembiayaan, Indonesia Emas 2045.
KESIMPULAN :
Program 3 Juta Rumah adalah komitmen nasional dalam menuntaskan krisis backlog perumahan sekaligus memicu pertumbuhan ekonomi inklusif menuju Indonesia Emas 2045. Melalui komando Kementerian PKP di bawah Maruarar Sirait, dukungan likuiditas investasi Danantara pimpinan Rosan Roeslani, penyaluran KPR yang efisien dari perbankan/BP Tapera, serta kapabilitas eksekusi pengembang swasta dan APERSI, skema pemenuhan rumah bagi masyarakat menengah ke bawah bukan lagi sekadar retorika, melainkan ekosistem nyata yang berkelanjutan.
Berikut artikel.pdf :

