MENEMUKAN KEMBALI API PANCASILA
(Melalui Pidato-pidato Bung Karno)
Menemukan Kembali Api Pancasila melalui Pidato-pidato Bung Karno" adalah upaya membumikan kembali ideologi negara dengan kembali ke sumber asli, yakni pemikiran Sukarno, khususnya pidato 1 Juni 1945. API (Aktualisasi, Persatuan, dan Ideologi) menekankan pentingnya persatuan, Trisakti (berdikari, berdaulat, berkepribadian), dan karakter bangsa.
Berikut keterangan penting terkait "Menemukan Kembali Api Pancasila" melalui pidato Sukarno:
2. Puncak Pidato 1 Juni 1945: Sukarno merumuskan lima prinsip dasar negara (Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme/Perikemanusiaan, Mufakat/Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan yang Berkebudayaan) dalam sidang BPUPKI.
2. Inti Api Pancasila: Menurut pandangan yang diaktualisasikan, "Api" Pancasila mencakup nation and character building (pembangunan karakter bangsa), ketahanan mental, dan persatuan.
3. Falsafah Trisakti: Sukarno menekankan pentingnya berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.
4. Relevansi Global: Pancasila bukan hanya untuk Indonesia, tetapi memiliki nilai universal, seperti yang disampaikan dalam pidato PBB 1960 (To Build the World a New) yang menentang kolonialisme/imperialisme.
5. Inisiatif BPIP: Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) meluncurkan buku dengan judul ini untuk mengakarakan pengetahuan Pancasila dari sumber pertamanya, termasuk dalam format yang mudah dipahami.
Buku/pemikiran ini menekankan bahwa Pancasila adalah karya bersama para pendiri bangsa yang harus terus dihidupkan (api) bukan sekadar dihafalkan.
MENEMUKAN KEMBALI API PANCASILA (Melalui Pidato-pidato Bung Karno) :


