ROKOK CAP 93
Kisah Cap 93 : Pabrik Rokok Legendaris Kediri yang Melahirkan Gudang Garam
Sebelum nama Gudang Garam harum di seluruh Indonesia, Kediri sudah lebih dulu punya pabrik rokok besar yang melegenda: Cap 93.
Cap 93 didirikan oleh Tjoa Kok Tjiang, pengusaha Tionghoa di Kediri pada awal abad 20. Pada masanya, Cap 93 adalah salah satu pabrik rokok terbesar di Kediri. Ribuan buruh—mayoritas perempuan—bekerja melinting kretek di sini. Produk “Cap 93” terkenal hingga pelosok Jawa Timur.
Berdasarkan penuturan para saksi hidup di Kediri :
1. Lokasi Pabrik
Dulu, pabrik Rokok Tjap 93 berdiri di Jalan Gudang Garam (sekarang dikenal sebagai Jalan Raden Fatah).
Nama jalan itu muncul karena di sana memang ada gudang garam milik PJKA.
Pabrik Rokok 93 persis berseberangan dengan gudang garam tersebut.
2. Bangunan Saat Ini
Menurut warga, sisa bangunan pabrik Rokok 93 masih bisa ditemukan di Jalan Raden Patah, tepatnya di sebelah barat Pondok Indah.
Kini bangunan tersebut telah beralih fungsi menjadi sekolahan dan gedung pertemuan, bahkan tembus hingga Jalan Sriwijaya.
- Di pabrik inilah seorang pemuda bernama Tjoa Ing Hwie (kelak berganti nama menjadi Surya Wonowidjojo) menimba pengalaman. Ia dipercaya mengurus racikan tembakau dan kualitas kretek. Namun, karena perselisihan keluarga, Ing Hwie keluar dari Cap 93 pada tahun 1956. Dari situlah ia mendirikan usaha baru bernama Inghwie, yang pada 26 Juni 1958 berubah menjadi Gudang Garam.
- Seiring Gudang Garam berkembang pesat, Cap 93 justru meredup. Hingga akhirnya, pabrik legendaris ini gulung tikar sekitar tahun 1960-an.
- Kini, nama Cap 93 mungkin hanya tinggal cerita. Tapi jasanya besar sekali karena tanpa Cap 93, mungkin Gudang Garam tidak akan pernah lahir. Kediri pun tidak akan dikenal sebagai “Kota Kretek” seperti sekarang.
Mari kita ingat sejarah ini, sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan warga Kediri Raya.

