SEJARAH DAN KIPRAH ULAMA NU DALAM MEMBUMIKAN MODERASI BERAGAMA DI WILAYAH LAMPUNG
Ulama Nahdlatul Ulama (NU) di Lampung berperan sentral dalam membumikan moderasi beragama melalui pendekatan kultural dan struktural, menyebarkan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah yang toleran (tawasuth), seimbang (tawazun), dan adil (i'tidal). Kiprah mereka tercermin dalam penguatan pesantren, dakwah damai, dan merawat kerukunan di tengah masyarakat Lampung yang majemuk.
Berikut adalah poin-poin sejarah dan kiprah NU di Lampung :
- Historis-Sosiologis: Kehadiran NU di Lampung tidak lepas dari akar tradisi keagamaan masyarakatnya yang mayoritas beragama Islam dan berpaham Ahlussunnah wal Jamaah.
- Penyebaran Paham Moderat: Ulama NU Lampung konsisten mendakwahkan Islam yang ramah, bukan marah, serta menolak paham ekstrem yang kaku.
- Basis Pendidikan (Pesantren): Kiprah nyata ulama NU ditunjukkan melalui pengelolaan 738 pondok pesantren dan ratusan madrasah di Lampung, yang menjadi pusat penanaman nilai-nilai moderasi (wasathiyyah) kepada santri.
- Merawat Budaya: NU di Lampung aktif mengakomodasi tradisi lokal selama tidak bertentangan dengan syariat, menjadikan Islam membumi dan diterima oleh masyarakat adat.
- Komitmen Kebangsaan: Ulama NU Lampung aktif memperkuat komitmen kebangsaan, toleransi, dan anti-kekerasan, searah dengan visi NU secara nasional untuk menjaga keutuhan NKRI.
Buku Sejarah & Kiprah Ulama NU dalam Membumikan Moderasi Beragama di Wilayah Lampung karya Dr. Moh. Bahrudin (2022) menjadi salah satu rujukan utama yang mendokumentasikan peran tersebut.
PC

.jpg)