The Global Risks Report 2026 | World Economic Forum
Global Risks Report 2026 yang dirilis oleh World Economic Forum (WEF) pada Januari 2026 menandai dimulainya "Era Kompetisi" (Age of Competition). Laporan edisi ke-21 ini menyoroti pergeseran dunia menuju tatanan multipolar yang terfragmentasi, di mana konfrontasi geopolitik dan ekonomi menggantikan kerja sama multilateral.
Risiko Utama Berdasarkan Horison Waktu
Laporan ini menganalisis risiko melalui tiga kerangka waktu utama :
Berdasarkan Global Risks Report 2026 dari World Economic Forum (WEF), laporan ini menganalisis risiko melalui tiga kerangka waktu utama untuk membantu pembuat keputusan menyeimbangkan krisis saat ini dan prioritas jangka panjang :
1. Jangka Waktu Segera / Jangka Pendek (Tahun 2026)
- Risiko pada jangka waktu ini didominasi oleh ketidakstabilan, fragmentasi, dan gangguan yang intens.
- Konfrontasi Geoekonomi: Menjadi risiko utama (nomor 1) yang paling mungkin memicu krisis global, di mana perdagangan, teknologi, dan rantai pasok digunakan sebagai alat kekuatan strategis.
- Konflik Bersenjata Berbasis Negara: Posisi ke-2 sebagai ancaman terbesar.
- Misinformasi dan Disinformasi: Ancaman tinggi yang memicu polarisasi sosial.
- Risiko Ekonomi: Meningkatnya kekhawatiran atas inflasi, utang publik yang tinggi, dan potensi gelembung aset (asset bubbles).
2. Jangka Waktu Menengah (Hingga 2028)
- Periode ini berfokus pada dampak lanjutan dari krisis yang sudah terjadi dan pergeseran struktural.
- Polarisasi Sosial: Tetap menjadi risiko utama (peringkat ke-3 pada 2028), yang mengikis ikatan sosial dan politik.
- Peristiwa Cuaca Ekstrem: Dampak lingkungan mulai mendominasi sebagai konsekuensi langsung dari kegagalan mitigasi.
- Ketidakamanan Siber: Eskalasi ancaman siber seiring meningkatnya ketergantungan pada teknologi.
- Pengangguran: Di Indonesia, risiko pengangguran disorot sebagai ancaman utama ekonomi 2026–2028.
3. Jangka Waktu Panjang (Hingga 2036)
- Risiko jangka panjang didominasi oleh tantangan struktural yang bersifat eksistensial.
- Degradasi Lingkungan: Kehilangan keanekaragaman hayati, runtuhnya ekosistem, dan perubahan kritis pada sistem Bumi.
- Dampak Buruk Teknologi AI: Risiko teknologi meningkat pesat dalam 10 tahun ke depan, berdampak pada pasar tenaga kerja, sosial, dan keamanan.
- Ketimpangan (Inequality): Diidentifikasi sebagai risiko yang paling saling terhubung (interconnected), memicu risiko sosial lainnya dalam satu dekade ke depan.
Temuan Utama Laporan 2026
- Dominasi Risiko Geopolitik & Ekonomi: Konfrontasi geoekonomi (seperti sanksi, kontrol investasi, dan perang dagang) menjadi risiko nomor satu di tahun 2026 dan 2028, menggeser konflik bersenjata yang menjadi risiko utama tahun sebelumnya.
- Ancaman Teknologi: Misinformasi dan disinformasi tetap menjadi ancaman struktural yang persisten. Dampak buruk AI melonjak dari peringkat 30 dalam jangka pendek menjadi peringkat 5 dalam jangka panjang.
- Krisis Lingkungan: Meski risiko non-lingkungan lebih diprioritaskan dalam jangka pendek, risiko lingkungan (seperti cuaca ekstrem dan keruntuhan ekosistem) tetap mendominasi horison 10 tahun ke depan.
- Outlook yang Gelap: Sebanyak 57% ahli memprediksi prospek global yang "bergelora" (turbulent) atau "badai" (stormy) dalam 10 tahun ke depan, meningkat dari 50% untuk jangka pendek dua tahun.
- Konteks Indonesia: Secara spesifik, keamanan siber diidentifikasi sebagai risiko terbesar bagi Indonesia di tahun 2026, diikuti oleh ketimpangan pendapatan dan kekayaan.
Kesimpulan Utama:
- WEF menyoroti bahwa 50% responden menganggap dunia akan mengalami lingkungan yang "bergejolak" (turbulent) atau "badai" (stormy) dalam dua tahun ke depan, dan meningkat menjadi 57% dalam jangka waktu 10 tahun.
- Global Risks Report 2026 dari World Economic Forum menyimpulkan dunia memasuki "Era Persaingan" yang ditandai dengan konfrontasi geoekonomi, polarisasi, dan ketidakpastian jangka pendek yang tinggi. Laporan tersebut menyoroti peralihan ke tatanan multipolar, di mana risiko jangka pendek didominasi oleh ketegangan geopolitik, sementara krisis iklim dan AI menjadi ancaman utama dalam jangka panjang.


.jpg)