Trump Launches “Board of Peace” :
Outcomes and Challenges
Ringkasan mengenai peluncuran "Board of Peace" (BoP) oleh Donald Trump per Maret 2026:
Latar Belakang dan Tujuan
Diresmikan melalui penandatanganan piagam di Davos pada 22 Januari 2026, organisasi internasional ini awalnya dibentuk sebagai bagian dari "Tahap Dua" rencana perdamaian Gaza. Namun, Trump memproyeksikannya sebagai badan permanen yang memiliki mandat luas untuk menangani konflik global di luar Timur Tengah.
Hasil Utama (Outcomes)
Komitmen Pendanaan Besar: Rapat perdana pada 19 Februari 2026 di Washington menghasilkan komitmen total sekitar $17 miliar untuk rekonstruksi Gaza.
Amerika Serikat: Trump menjanjikan kontribusi sebesar $10 miliar.
Negara Anggota: Arab Saudi, UEA, Qatar, Kuwait, Bahrain, Maroko, Azerbaijan, Kazakhstan, dan Uzbekistan secara kolektif menjanjikan $7 miliar.
Pembentukan Pasukan Stabilisasi: Beberapa negara seperti Indonesia, Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania telah berkomitmen untuk mengirimkan pasukan dan melatih polisi untuk International Stabilization Force (ISF) guna menjaga keamanan di Gaza.
Legitimasi Internasional Terbatas: Dewan Keamanan PBB telah mengesahkan Board of Peace hingga akhir 2027 melalui
Resolusi 2803.
Tantangan dan Kritik (Challenges)
Absensi Sekutu Barat & Palestina: Negara-negara kunci seperti Inggris, Prancis, Norwegia, dan Swedia menolak bergabung karena khawatir BoP akan merusak peran PBB. Selain itu, tidak ada perwakilan Palestina di dewan tersebut, meski Israel menjadi anggota resmi.
Ketidakpastian Pendanaan AS: Janji $10 miliar dari Trump belum mendapatkan persetujuan atau alokasi dana dari Kongres AS.
Struktur Kekuasaan yang Tersentralisasi: Piagam dewan memberikan Trump kekuasaan luas sebagai ketua perdana tanpa batas waktu jabatan yang jelas, selama ia menginginkannya. Anggota permanen juga diwajibkan membayar "biaya masuk" sebesar $1 miliar, yang memicu kritik bahwa ini adalah diplomasi yang bersifat transaksional.
Hambatan di Lapangan: Syarat utama pembangunan kembali adalah pelucutan senjata Hamas secara penuh, sebuah tujuan yang dianggap sangat sulit dicapai mengingat pengaruh kelompok tersebut yang masih kuat.
Eskalasi Regional: Pertemuan BoP berlangsung di tengah ketegangan yang memuncak, termasuk serangan besar-besaran AS-Israel terhadap Iran pada akhir Februari 2026 yang mengancam stabilitas seluruh kawasan.
المركز العربي للأبحاث ودراسة السياسات

