MEMPERINGATI HUT LEMHANNAS RI KE 61, 20 MEI 2026
Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas RI (IKAL-Lemhannas) resmi dibentuk pada 17 Maret 1978 sebagai wadah bagi para alumni program pendidikan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI untuk menyinergikan potensi mereka demi ketahanan nasional dan pembangunan bangsa.
Peringatan HUT ke-61 Lemhannas RI dan Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada 20 Mei 2026 mengangkat tema resmi: “Transformasi Lemhannas RI: Memperkokoh Ketahanan Nasional untuk Mewujudkan Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045”.
Tema ini diusung sebagai komitmen lembaga dalam mendukung arah pembangunan nasional pemerintah dan memperteguh ketahanan di tengah dinamika geopolitik.
Pada momentum yang bertepatan dengan tanggal lahir Lemhannas RI ini, terdapat beberapa kegiatan penting dari keluarga besar alumni (IKAL Lemhannas) yang perlu diketahui :
- Pelantikan Pengurus Pusat IKAL: Dewan Pengurus Pusat IKAL Lemhannas RI masa bakti 2026–2031 yang dipimpin oleh Prof. Purnomo Yusgiantoro telah resmi dilantik.
- Fokus Strategis Organisasi: Kepengurusan IKAL Lemhannas yang baru difokuskan untuk memperkuat soliditas alumni dan memperluas sosialisasi wawasan kebangsaan di tengah arus informasi digital serta mendukung agenda hilirisasi nasional.
Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) didirikan pada tanggal 20 Mei 1965 oleh Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 1965. Lembaga ini dibentuk di tengah situasi geopolitik pasca-Perang Dunia II yang penuh gejolak untuk menjadi pilar utama dalam menjaga pertahanan dan kedaulatan nasional.
Latar Belakang Pendirian
Pendirian Lemhannas didorong oleh kebutuhan mendesak untuk mempersiapkan kader-kader pemimpin bangsa. Tokoh-tokoh ini diharapkan memiliki cara pandang yang utuh, integratif, dan komprehensif terhadap dinamika politik internasional maupun domestik. Ir. Soekarno menginginkan sebuah wadah pendidikan tinggi bagi calon pemimpin yang mampu menganalisis ketahanan nasional dari segala aspek geostrategi. Tanggal peresmiannya, yakni 20 Mei, sengaja dipilih bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional untuk membangkitkan semangat nasionalisme.
Evolusi Struktur dan Kedudukan
Sejak awal berdirinya, status kedudukan Lemhannas RI telah mengalami beberapa kali transformasi regulasi untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman :
- Era Awal (1965): Berdiri langsung sebagai lembaga pendidikan pimpinan tingkat nasional yang berfokus pada integrasi pandangan sipil dan militer demi pertahanan negara.
- Perubahan Status (2001): Lemhannas resmi bertransformasi menjadi Lembaga Pemerintah Non-Departemen (LPND). Lembaga ini berada di bawah naungan dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden Republik Indonesia.
- Penyesuaian Hak (2006): Melalui Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2006, kedudukan serta hak keuangan dan administrasi Gubernur Lemhannas ditingkatkan hingga setingkat dengan Menteri.
Tiga Tugas Pokok Lemhannas
Berdasarkan regulasi di Situs Resmi Lemhannas RI, lembaga ini menjalankan tiga fungsi utama pemerintahan demi menjaga stabilitas negara :
- Pendidikan Pemimpin Tingkat Nasional: Menyelenggarakan program pendidikan bagi calon manajer dan pucuk pimpinan nasional agar berpikir integratif, profesional, dan berwawasan nusantara.
- Pengkajian Strategis: Melakukan kajian ilmiah mendalam mengenai berbagai potensi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan terhadap ketahanan nasional guna memberikan rekomendasi kebijakan bagi Presiden.
- Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan: Menanamkan empat pilar kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) kepada seluruh elemen bangsa demi memperkuat karakter nasional.
Saat ini, kepemimpinan lembaga dipegang oleh Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si
IKAL LEMHANASRI
Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas RI (IKAL-Lemhannas) resmi dibentuk pada 17 Maret 1978 sebagai wadah bagi para alumni program pendidikan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI untuk menyinergikan potensi mereka demi ketahanan nasional dan pembangunan bangsa.
Kronologi dan Titik Penting Sejarah IKAL-Lemhannas
- 17 Maret 1978 (Pendirian Organisasi): IKAL didirikan secara resmi untuk menghimpun para alumni Lemhannas yang berasal dari berbagai latar belakang kepemimpinan nasional. Marsekal Madya TNI (Purn) Suharnoko Harbani terpilih sebagai Ketua Umum IKAL yang pertama.
- Tahun 1983 (Reaktivasi Organisasi): Atas prakarsa Gubernur Lemhannas saat itu, Letjen TNI (Purn) Sutopo Yuwono, kegiatan IKAL kembali diaktifkan secara masif setelah sempat pasif paska pendiriannya. Penunjukan pengurus baru dilakukan untuk menggerakkan roda organisasi.
- Perkembangan Struktur Organisasi: Dari sebuah ikatan alumni tingkat pusat, IKAL berkembang membentuk Dewan Pengurus Daerah (DPD) yang tersebar di wilayah provinsi Indonesia guna memperluas kontribusi pemikiran di tingkat daerah.
- Kepemimpinan Strategis: Organisasi ini konsisten dipimpin oleh tokoh nasional terkemuka. Setelah era Suharnoko Harbani, kepemimpinan diteruskan oleh figur militer dan pertahanan senior seperti Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar dan berlanjut ke Prof. Purnomo Yusgiantoro.
Latar Belakang Pembentukan
Pembentukan organisasi ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk menyatukan gagasan para alumni yang telah menyelesaikan pemantapan nilai kebangsaan di Lemhannas RI. Para alumni ini tersebar di berbagai sektor strategis (militer, kepolisian, birokrat, akademisi, hingga pengusaha) dan membutuhkan satu ruang temu formal untuk menyumbangkan pemikiran aktual bagi kebijakan pemerintah.
Jati Diri dan Peran Strategis
Berdasarkan garis sejarahnya, seluruh anggota IKAL-Lemhannas memegang teguh komitmen untuk menjadi perekat persatuan bangsa dan bertindak sebagai katalisator dalam menjaga keutuhan NKRI. Fokus gerakan IKAL bertumpu pada penguatan wawasan kebangsaan, ketahanan nasional, serta penyiapan kader pimpinan nasional menuju visi Indonesia Emas.
PC






