DISKUSI BUKU :
[UNDANGAN DISKUSI BUKU]
Dengan hormat, Universitas Paramadina dan Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University Bogor akan menyelenggarakan Diskusi Buku “Membongkar Paradigma GDP-Oriented: Agenda Degrowth dalam Ekonomi Politik Indonesia” Karya Prof. Didin S. Damanhuri pada:
Hari, tanggal: Kamis, 20 Agustus 2026 Tempat 13.00-16.00 WIB Tempat: Auditorium TP Rachmat, Universitas Paramadina Kampus Cipayung
Jika Bapak Ibu dan kolega berkenan mengikuti silahkan mendaftar pada Link berikut: https://luma.com/gri9tlsl
Jika sudah mendaftar simpan barcode yang dikirim ke email untuk bukti check in saat hari H acara. Sampai bertemu dilokasi.
Bagi yg hadir online bisa Join Zoom Meeting https://us06web.zoom.us/j/89959172781?pwd=PsMByV9MVBEBC8IPwSHqqj6WaaWexf.1
Meeting ID: 899 5917 2781
Passcode: 699809
Salam Panitia
Membongkar paradigma GDP oriented (berorientasi pada Produk Domestik Bruto) berarti menolak pandangan bahwa pertumbuhan angka makroekonomi adalah ukuran tunggal kemakmuran. Fokus berlebihan pada PDB sering kali mengabaikan ketimpangan, kerusakan lingkungan, dan eksploitasi wilayah pedesaan demi keuntungan modal besar.
Kritik Utama Paradigma GDP Oriented
1. Pertumbuhan Semu: Angka PDB naik tinggi tetapi hanya dinikmati segelintir kelompok atas, sementara lapisan bawah terabaikan.
2. Eksploitasi Daerah: Sumber daya di daerah dikeruk habis tanpa hasil yang sepadan bagi kesejahteraan warga lokal.
3. Jebakan Pendapatan Menengah: Kebijakan yang hanya mengejar angka pertumbuhan membuat negara terjebak dalam middle income trap.
4.!Abaikan Kerusakan Ekologis: PDB menghitung aktivitas ekonomi tanpa memotong biaya kerusakan alam dan susutnya sumber daya.
Alternatif Solusi dan Perubahan Arah
1. Agenda Degrowth: Mengurangi obsesi pertumbuhan tak terbatas dan beralih pada keseimbangan ekologis serta keadilan distribusi.
2. Indikator Kesejahteraan Baru: Mengukur kemajuan lewat indeks kualitas hidup, kesehatan, pendidikan, dan kelestarian lingkungan.
3. Pemerataan Akar Rumput: Membangun ekonomi dari bawah dengan memperkuat sektor kerakyatan alih-alih korporasi besar.
Berikut dokumentasi kegiatan webinar tersebut :














