PPRA LEMHANNAS RI LXVII (67) Tahun 2024
PPRA (Program Pendidikan Reguler Angkatan) LXIX Lemhannas RI merupakan salah satu program pendidikan kepemimpinan strategis nasional yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI).
Program ini diperuntukkan bagi para perwira tinggi TNI/Polri, pejabat eselon I/II instansi pemerintah, serta pimpinan organisasi kemasyarakatan, partai politik, dan elemen masyarakat strategis lainnya.
Fokus & Tujuan Utama
1. Kepemimpinan Strategis: Menyiapkan calon pimpinan tingkat nasional yang berwawasan luas dan mampu berpikir strategis.
2. Wawasan Nusantara & Ketahanan Nasional: Memperkuat pemahaman Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi kebijakan publik.
3. Kajian Isu Strategis: Mengkaji isu-isu geopolitik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan demi memberikan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah
Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXVII (67) Lemhannas RI diselenggarakan pada tahun 2024 sebagai program pendidikan kepemimpinan tingkat nasional. Program ini bertujuan mencetak calon-calon pemimpin tingkat nasional yang berwawasan luas, strategis, dan berlandaskan pada geopolitik serta ketahanan nasional.
Ringkasan Pelaksanaan PPRA 67 (2024)
Parameter / Keterangan :
1. Penyelenggara
Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI)
2. Peserta
Perwira Tinggi/Menengah TNI/Polri, pejabat kementerian/LPNK, perwakilan partai politik, ormas, akademisi, dan perwakilan negara sahabat
3. Durasi
Mulai dibuka sekitar April 2024 hingga penutupan di akhir tahun 2024 (±7 bulan)
4. Metode Pembelajaran
Perkuliahan, diskusi kelompok, Studi Lapangan Dalam Negeri (SLDN), Studi Lapangan Luar Negeri (SLLN), dan penyusunan Naskah Karya Perorangan (Taskap)
Poin Utama & Kurikulum PPRA 67
1. Penguatan Empat Konsensus Dasar Bangsa
- Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi fondasi utama dalam setiap analisis kebijakan dan ketahanan nasional.
2. Fokus Kajian Strategis & Isu Kontemporer
- Geopolitik & Geostrategi: Mengantisipasi dinamika politik global, perubahan iklim, serta ketegangan wilayah kawasan kawasan Indo-Pasifik.
- Ketahanan Ekonomi & Pangan: Merumuskan strategi menghadapi krisis rantai pasok global dan kemandirian ekonomi strategis.
- Digital & Siber: Mitigasi ancaman perang hibrida (hybrid warfare), keamanan siber, dan transformasi teknologi informasi.
- Transisi Kepemimpinan Nasional: Menghadapi tantangan pasca-Pemilu 2024 dan persiapan menuju Visi Indonesia Emas 2045.
3. Output Akademik (Taskap)
- Setiap peserta menyusun Taskap (Naskah Karya Perorangan) berupa usulan kebijakan (policy paper) strategis berbasis analisis geopolitik dan Tannas yang direkomendasikan langsung kepada Presiden/pemerintah.
Studi Lapangan (SLDN/SLLN), penyusunan Taskap, atau materi kajian strategisnya ?
1. Studi Lapangan (SLDN/SLLN): Pas kalau kamu butuh data lapangan real-time, wawancara dengan pengambil kebijakan di daerah/negara tujuan, atau ingin membedah implementasi kebijakan secara langsung.
2. Penyusunan Taskap (Kertas Karya Perorangan): Tepat kalau kamu sedang di tahap merumuskan solusi, menyusun kerangka pemikiran, atau memfinalisasi rekomendasi kebijakan berbasis struktur standar Lembaga Keutamaan (seperti Lemhannas/Sesko).
3. Materi Kajian Strategis: Cocok kalau kamu butuh backgrounder, pisau analisis (misal: SWOT, PESTLE, atau analisis ketahanan nasional), atau bahan literatur pendukung sebelum turun ke lapangan / menyusun narasi Taskap.
DAFTAR SERTIFIKAT SEMINAR NASIONAL PPRA LXVII
LEMHANNAS RI TAHUN 2024
KLIK DISINI :
Rangkaian kegiatan PPRA 67 / LXVII Lemhannas RI (Program Pendidikan Reguler Angkatan ke-67 / LXVII) :
Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan bagi Anggota DPD RI Periode 2024-2029
Seminar Nasional PPRA 67 Lemhannas RI “Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Memperkuat Demokrasi”
Rangkaian Kegiatan Menjelang Acara Puncak HUT Ke-1 IKABNAS Lemhannas ! Dengan Tema "Implementasi Pancasila Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara"
Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan bagi Anggota DPD RI Periode 2024-2029
Petunjuk Pelaksanaan Musyawarah Daerah Ikatan Keluarga Alumni - LEMHANAS
DAFTAR SERTIFIKAT SEMINAR NASIONAL PPRA LXVII LEMHANNAS RI TAHUN 2024
.
PPRA 67 / LXVII Lemhannas RI (Program Pendidikan Reguler Angkatan ke-67 / LXVII)
Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno menetapkan tanggal 20 Mei 1965 sebagai hari berdirinya Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas) berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 37 tahun 1964 yang bertepatan dengan peringatan bersejarah hari kebangkitan nasional Indonesia.
PPRA 67 / LXVII Lemhannas RI adalah Program Pendidikan Reguler Angkatan ke-67 / LXVII yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Republik Indonesia.
Program ini ditujukan untuk mempersiapkan dan memantapkan kader pemimpin nasional yang berwawasan kebangsaan, berpikir strategis, dan memiliki pemahaman geopolitik.
Pendidikan di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) bertujuan untuk mempersiapkan dan memantapkan kader pemimpin tingkat nasional yang bermoral, beretika, dan berkarakter negarawan, serta memiliki wawasan kebangsaan dan pemahaman geopolitik yang kuat. Lemhannas juga berperan dalam pengkajian masalah-masalah strategis berkaitan dengan pertahanan negara.
PPRA (Program Pendidikan Reguler Angkatan) 67 / LXVII di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan pemahaman strategis peserta tentang isu-isu yang mempengaruhi masa depan bangsa. Hal ini dilakukan melalui berbagai kegiatan, termasuk studi strategis dalam dan luar negeri.
Lebih detailnya, tujuan PPRA 67 / LXVII meliputi :
1. Meningkatkan pemahaman geopolitik dan geostrategi :
- Peserta diharapkan memahami hubungan antara geopolitik dan geostrategi dalam konteks global dan nasional.
2. Meningkatkan kemampuan analisis strategis :
- Peserta didorong untuk mengembangkan kemampuan menganalisis permasalahan strategis dan merumuskan solusi yang tepat.
3. Meningkatkan wawasan kebangsaan :
- Peserta dibekali dengan pemahaman yang mendalam tentang nilai-nilai kebangsaan dan sejarah Indonesia.
4. Meningkatkan kapasitas kepemimpinan :
- Peserta dilatih untuk menjadi pemimpin yang mampu menggerakkan dan memimpin bangsa.
- Meningkatkan kemampuan mengelola sumber daya manusia:
- Peserta diharapkan dapat mengelola sumber daya manusia secara efektif dan efisien.
Selain itu, PPRA 67 juga bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antara Lemhannas RI dengan berbagai pihak, termasuk organisasi strategis di dalam dan luar negeri, untuk membangun ketahanan nasional.
Sebagai contoh, dalam kegiatan Studi Strategis Luar Negeri (SSLN), PPRA 67 mengunjungi India untuk memahami keberagaman dan kompleksitasnya. Sedangkan dalam kegiatan Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN), peserta melakukan kunjungan ke berbagai wilayah di Indonesia, seperti Nusa Tenggara Barat dan Sumatera Selatan, untuk memahami kondisi daerah dan pemangku kepentingan setempat.
PPRA (Program Pendidikan Reguler Akademik) ke-67 Lemhannas RI.
PPRA (Program Pendidikan Reguler Akademik) ke-67 Lemhannas RI adalah program pendidikan untuk mempersiapkan kader pemimpin nasional yang memiliki wawasan kebangsaan dan kemampuan analisis strategis. Peserta PPRA 67 berasal dari berbagai latar belakang, termasuk militer, pemerintah, dan swasta, yang memiliki potensi kepemimpinan di masa depan.
Tujuan PPRA :
Program ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan kebangsaan, kemampuan analisis strategis, pemahaman geopolitik, dan geostrategi para peserta.
Latar Belakang Peserta :
- Peserta PPRA 67 berasal dari berbagai instansi, termasuk militer (TNI), kepolisian (Polri), pemerintah, dan swasta.
Kegiatan Pendidikan :
- Pendidikan PPRA 67 mencakup berbagai kegiatan, seperti studi kasus, simulasi, analisis strategis, diskusi strategis, serta kunjungan lapangan ke berbagai wilayah strategis, baik di dalam maupun luar negeri.
Studi Strategis Luar Negeri (SSLN) :
- Salah satu kegiatan penting dalam PPRA 67 adalah SSLN, yang bertujuan untuk memperluas wawasan dan kemampuan analisis strategis peserta dengan mengunjungi negara-negara strategis seperti India.
Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) :
- Selain SSLN, peserta juga melakukan SSDN ke berbagai provinsi di Indonesia untuk mempelajari kondisi dan dinamika daerah, contohnya ke Provinsi Nusa Tenggara Barat, Banten, Kalimantan Timur, Sumatra, dan Yogyakarta.
Kebersamaan :
- Selama kurikulum 6 bulan, kebersamaan dan sinergi antar peserta dari berbagai latar belakang diharapkan dapat memperkuat jaringan dan pemahaman mereka terhadap isu-isu strategis yang dihadapi bangsa.
Peserta (secara umum) :
- Militer : Perwira tinggi TNI, perwakilan dari berbagai kesatuan TNI, dll.
- Polisi : Perwira tinggi Polri, perwakilan dari berbagai satuan kepolisian, dll.
- Pemerintah : Pejabat eselon tinggi di berbagai kementerian dan lembaga, gubernur, bupati, wali kota, dll.
- Swasta : Direktur utama perusahaan, pengusaha, tokoh masyarakat, dll.
Berikut daftar peserta PPRA 67 / LXVII LEMHANNAS RI :
Peserta R. Tri Priyo Nugroho, S.Sos(No. 543)







