Tafsir Karya-Karya Sukarno
(Telaah Hermeneutis Atas Surat dan Tonil di Ende)
Penerbit : BPIP
Buku "Tafsir Karya-Karya Sukarno: Telaah Hermeneutis Atas Surat dan Tonil di Ende" merupakan karya kolaboratif yang diterbitkan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bekerja sama dengan sejumlah akademisi dan budayawan. Buku ini mengkaji secara mendalam warisan pemikiran Bung Karno selama masa pengasingannya di Ende, Flores (1934–1938).
Ringkasan Buku
1. Latar Belakang & Fokus Kajian
Masa pengasingan di Ende (selama 4 tahun 9 bulan 4 hari) menjadi periode krusial dalam perjalanan intelektual Sukarno. Jauh dari arena politik Jawa, kondisi Ende yang tenang dan terpencil memaksa Bung Karno melalukan refleksi mendalam.
Buku ini menggunakan pendekatan hermeneutika untuk menafsirkan karya-karya kretatif dan personal yang dihasilkan Sukarno selama di Ende, terutama:
- Surat-surat pribadi (termasuk korespondensi dengan A. Hassan mengenai pemikiran Islam).
- Tonil (naskah drama/teater) yang ia tulis dan pentaskan bersama kelompok sandiwara Kelimutu.
Melalui karya sastra dan seni pentas tersebut, para penulis mengurai bagaimana gagasan-gagasan keindonesiaan, pluralisme, dan cikal bakal Pancasila mulai digali dan dimatangkan.
2. Mutiara Pemikiran Utama
Penggalian Pancasila di Bawah Pohon Sukun:
Buku ini menggarisbawahi pernyataan Bung Karno bahwa ia tidak "menciptakan" Pancasila, melainkan menggali tradisi luhur bangsa Indonesia yang tercermin dalam kehidupan bermasyarakat di Ende. Perenungan di bawah pohon sukun menjadi simbol perumusan lima butir mutiara nilai dasar negara.
Pesan Kebangsaan Lewat Tonil (Drama Teater):
- Di Ende, Sukarno menulis sekitar 12 naskah drama (seperti Dr. Sjaitan, Rendo, Aero Dinamit, dan Maha Iblis). Buku ini menafsirkan naskah-naskah tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan sebagai media pendidikan politik, kritik terhadap kolonialisme, serta seruan emansipasi dan persatuan bangsa.
- Islam Modern dan Inklusivitas:
Melalui korespondensi surat-suratnya dari Ende, terlihat pemikiran Sukarno yang menginginkan Islam yang rasional, maju, dan toleran. Lingkungan Ende yang heterogen mendidik Sukarno untuk merajut semangat kemanusiaan universal serta kesetiakawanan lintas suku dan agama.
- Semangat Persatuan dalam Keberagaman:
Kajian buku ini menunjukkan bahwa pengasingan Ende mengajarkan konsep Indonesia sebagai rumah bersama yang menyatukan ratusan suku, ras, dan kepercayaan tanpa ada yang didiskriminasi.
3. Urgensi & Kesimpulan Buku
Buku ini menegaskan bahwa untuk memahami identitas nasional dan filosofi Pancasila secara utuh, masyarakat tidak boleh melupakan "Pengasingan Ende". Melalui penafsiran akademis dan kebudayaan, buku ini bertujuan:
a. Memperkuat Identitas Bangsa: Membantu generasi muda memahami landasan historis dan filosofis persatuan Indonesia.
b. Merawat Nilai-Nilai Toleransi: Menjadikan Ende sebagai contoh hidup kemajemukan dan gotong royong.
c. Mengingatkan Warisan Kultural Bung Karno: Menunjukkan bahwa Bung Karno bukan hanya politisi, tetapi juga seniman dan pemikir kebudayaan.
Berikut penulis lampiran buku Tafsir Karya-karya Sukarno :

