BAGAIMANA INDONESIA MEMBANGUN JATI DIRINYA SETELAH KEMERDEKAAN ?
Click here saluran channel YouTube :
https://youtu.be/9TeqBgAU5g4?si=m-pXXjGIfNawmcZ9
*BAGAIMANA INDONESIA MEMBANGUN JATI DIRINYA SETELAH KEMERDEKAAN ?*
Buku Heirs to World Culture: Being Indonesian, 1950–1965, disunting oleh Jennifer Lindsay dan Maya H.T. Liem, mengajak kita melihat bagaimana kebudayaan menjadi ruang penting dalam pembentukan bangsa Indonesia pada lima belas tahun pertama setelah pengakuan kedaulatan. Dan video ini hanya merupakan pengantar pembacaan terhadap buku tersebut, bukan rangkuman isi keseluruhannya.
Periode 1950–1965 sering dipahami melalui lensa konflik politik dan Perang Dingin. Namun buku ini mengajak pembaca melihat dimensi lain yang sama pentingnya: bagaimana seniman, sastrawan, intelektual, penerjemah, musisi, penari, dan berbagai komunitas budaya berpartisipasi dalam mendefinisikan makna menjadi "Indonesia". Di tengah dekolonisasi, pertukaran budaya internasional, dan pergulatan ideologi, kebudayaan menjadi arena utama bagi lahirnya identitas nasional.
Melalui berbagai studi mengenai jaringan budaya, hubungan internasional, sastra, seni pertunjukan, organisasi kebudayaan, hingga dinamika daerah-daerah di Indonesia, buku ini membuka berbagai pertanyaan penting. Bagaimana Indonesia memandang dirinya di tengah dunia yang sedang berubah? Bagaimana gagasan tentang kebudayaan nasional dibentuk, diperdebatkan, dan dinegosiasikan? Sejauh mana hubungan dengan Asia, Eropa, Amerika, maupun dunia sosialis memengaruhi perkembangan kebudayaan Indonesia? Video ini mengajak pembaca memasuki pertanyaan-pertanyaan tersebut sebagai pintu awal untuk memahami sejarah intelektual Indonesia yang lebih luas.
Catatan Nusantara percaya bahwa setiap buku adalah percakapan yang jauh lebih kaya daripada ringkasan apa pun. Karena itu, video ini merupakan undangan untuk mengenal gagasan utama buku ini sekaligus mendorong pembaca kembali kepada karya aslinya. Melalui membaca sumber primer, kita dapat memahami bagaimana berbagai generasi membayangkan Indonesia dan tempatnya di dunia.
BOOK REFERENCE
Jennifer Lindsay & Maya H.T. Liem (Eds)
Heirs to World Culture: Being Indonesian, 1950–1965KITLV Press, Leiden2012
Sumber: https://www.catatannusantara.com/pustaka/xjysrwep8lxmdaj-aarjm-axp66-kpg3r-bmaa9-ms438-lzdg3-ayk25-p3r6p-yyxdg-hxcry-j6ta5-stgsb-jbpfk-f38b8?rq=World
Reposting by POINT Consultant

