Makna ESA pada Sila ke 1 - Pancasila
Click here:
https://www.instagram.com/reel/DcbBVDsB9pl/?igsi=MXM4bjNkZDFlYjI3bQ==
*Makna ESA pada Sila ke 1 - Pancasila*
“Ketuhanan Yang Maha ESA” bagi kaum agama Samawi khususnya ummat Islam, maknailah bahwa *ESA itu “Ekosistem & Syariat Allah” (Tauhid/Teologis)* itulah hanif dan Tauhidnya kita menghayati dan mengamalkan Pancasila sebagai Dasar Negar. Adapun bagi agama animisme dan dinamisme *ESA bermakna “Ekosistem & Sistem Alam” (Kodrat Alam)*
18 Agustus 1945 pagi, Bung Hatta mengemban tugas krusial dari Bung Karno untuk meyakinkan Ki Bagus Hadikusumo agar menghapus 7 kata terkait kewajiban menjalankan syariat Islam dalam Piagam Jakarta. Langkah ini harus segera diambil setelah Bung Hatta menerima kabar bahwa rakyat Indonesia bagian Timur menolak kalimat tersebut, yang berpotensi memecah belah bangsa.
Di balik layar, perundingan ternyata berlangsung alot. Bung Hatta sampai menggandeng Kasman Singodimejo, KH. Wahid Hasyim, dan Teuku Hasan untuk membantu diskusi. Setelah Kasman meyakinkan bahwa keputusan ini semata-mata demi persatuan melawan kolonialisme, Ki Bagus pun melunak dan justru mengusulkan rumusan baru: "Ketuhanan Yang Maha Esa". Berkat kebesaran hati para tokoh ini, sidang PPKI pertama berjalan lancar hingga berhasil mengesahkan UUD 1945, menetapkan Presiden dan Wakil Presiden, serta membentuk KNIP.
Rakyat dalam perspektif Peradaban Islam itu adalah representasi UMMAT, kita rakyat Indonesia adalah pengejawantahan *UMMAT Pancasila.*
- Universalis (Sila ke 2)
- Murbais (Sila ke 4)
- Marhaenis (Sila ke 5)
- Adat-Agamais cerminan nasionalis (Sila ke 3)
- Tauhid-Teologis (Sila ke 1)
Reposting by POINT Consultant

