HENGKI PENGKI
Hengki pengki bisa disinyalir bagi orang / institusi yang mendapatkan amanah pekerjaan yang bersangkutan dengan keuangan dan atau berhubungan dengan perkara yang bisa dijual belikan akan berakibat berujung korupsi, mengapa karena disitu terjadinya kongko-kongko untuk bermaksud lobby memperkaya diri sendiri dan memperkaya orang lain.
Hengki pengki antara calon kepala daerah dan pengusaha sebenarnya bukan cerita baru. Jelang pilkada, para kontestan akan ”lari” mengejar pengusaha agar bisa mendapatkan modal pilkada. Alasannya, harta yang mereka miliki tidak akan mencukupi untuk modal bertarung di pilkada.
Fenomena ini pun terungkap dalam kajian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lebih dari 70 persen calon kepala daerah mengaku didukung oleh sponsor. Bahkan, kecenderungannya terjadi peningkatan, dari 70 persen pada Pilkada 2015 menjadi 82 persen di Pilkada 2017 dan Pilkada 2018.
HENGKI PENGKI
Henki pengki adalah celah-celah penyelewengan.
Istilah "hengki pengki" dalam bahasa Indonesia sering digunakan untuk menggambarkan situasi atau tindakan yang tidak jelas, mencurigakan, atau mungkin tidak jujur. Asal-usul kata ini tidak begitu jelas, tetapi penggunaannya cukup populer dalam percakapan sehari-hari di Indonesia, terutama ketika seseorang ingin mengungkapkan kecurigaan atau ketidakpercayaan terhadap sesuatu.
Biasanya, istilah ini digunakan dalam konteks di mana ada kecurigaan terhadap aktivitas atau transaksi yang tidak sah atau tidak transparan. Misalnya, jika ada seseorang yang terlibat dalam transaksi keuangan yang tampak mencurigakan atau tidak memiliki dasar hukum yang jelas, orang lain mungkin akan menyebut transaksi itu sebagai "hengki pengki". Dengan kata lain, istilah ini menyoroti adanya kemungkinan penipuan, manipulasi, atau ketidakjujuran dalam tindakan tersebut.
Selain dalam konteks keuangan, "hengki pengki" juga bisa digunakan dalam situasi lain yang tampak tidak jelas atau mencurigakan. Misalnya, jika ada seseorang yang memberikan alasan yang tidak masuk akal atau berbelit-belit, orang lain mungkin akan merasa bahwa ada sesuatu yang tidak beres dan menyebut perilaku itu sebagai "hengki pengki".
Penggunaan istilah ini mencerminkan sikap hati-hati dan waspada terhadap situasi atau orang yang mungkin mencoba untuk menyembunyikan kebenaran atau melakukan sesuatu yang tidak jujur. Dalam masyarakat Indonesia, sikap waspada seperti ini sangat penting untuk menghindari penipuan dan praktik-praktik tidak etis lainnya.
HENGKI PENGKI DALAM DUNIA PERPAJAKAN
Dalam dunia perpajakan persoalannya, banyak kasus menunjukkan terjadi patgulipat dan tawar-menawar antara wajib pajak dan aparat pajak. Pajak bisa dikempiskan dari yang semestinya dibayar.
Pada masa lampau, praktik kasak-kusuk semacam ini disebut hengki pengki. Pada masa kini, sering disebut cincai. Akibat praktik semacam itu, pendapatan pajak bocor.
POINT Consultant