Paramadina Center For Religion and Philosophy (PCRP), bekerjasama dengan Rumah Kearifan, IAI Rawa Aopa, dan Ekologi Sosial Institute, mengundang Anda mengikuti kelas :
KADER PEMIKIR ISLAM INDONESIA (KPII), ANGKATAN 5 : dengan tema EKOTEOLOGI ISLAM -
"EKOTEOLOGI ISLAM DAN EKONOMI SIRKULAR"
*SORE INI*
*Jum'at, 20 Februari 2026*
*Pukul 16.00 - 17.15 WIB.*
Paramadina Center For Religion and Philosophy (PCRP), bekerjasama dengan Rumah Kearifan, IAI Rawa Aopa, dan Ekologi Sosial Institute, mengundang Anda mengikuti kelas:
*KADER PEMIKIR ISLAM INDONESIA (KPII), ANGKATAN 5:* dengan tema *EKOTEOLOGI ISLAM*
*"EKOTEOLOGI ISLAM DAN EKONOMI SIRKULAR"*
Narasumber:
1. *Prof. Didik J Rachbini* (Rektor Universitas Paramadina)
2. *Dr. Budhy Munawar Rachman* (Dosen STF Driyarkara/Direktur PCRP)
Moderator:
*Ziadatul Husnah, M. Pd* (Direktur Eksekutif Rumah Kearifan)
🔖Link Zoom:
https://us06web.zoom.us/j/83506426208?pwd=bwpUqfC9ALo5cnXfwydo7uUEYydMw0.1
🔖Meeting ID: 835 0642 6208
Pasword: PCRP05
*Sinopsis Kelas*
Apa itu ekonomi sirkular?
Ekonomi sirkular adalah model ekonomi yang meniru cara alam bekerja: tidak ada sampah — semua menjadi sumber daya baru.
Berbeda dengan ekonomi linear (ambil → pakai → buang), ekonomi sirkular memakai prinsip:
1. Reduce – mengurangi penggunaan bahan & energi sejak awal
2. Reuse – memakai kembali barang selama mungkin
3. Repair & Refurbish – memperbaiki, merawat, memperpanjang umur pakai
4. Recycle – mengolah kembali menjadi bahan baru
5. Regenerate – mengembalikan kesehatan alam (tanah, air, biodiversitas)
Tujuan akhirnya: kesejahteraan manusia tanpa merusak bumi.
Contoh sederhana:
Botol isi ulang, bukan sekali pakai
Sisa makanan jadi kompos
Pakaian diperbaiki, bukan langsung dibuang
Limbah industri jadi bahan baku industri lain
Apa itu ekoteologi Islam?
Ekoteologi Islam adalah cara memahami hubungan manusia–Tuhan–alam dalam perspektif Islam.
Ia berangkat dari keyakinan bahwa menjaga bumi adalah bagian dari ibadah.
Dasarnya kuat dalam Al-Qur’an:
Manusia sebagai khalifah (penjaga bumi) — QS. Al-Baqarah: 30
Larangan kerusakan — QS. Al-A’raf: 56
Keseimbangan (mīzān) — QS. Ar-Rahman: 7-9
Larangan berlebih-lebihan (isrāf) — QS. Al-A’raf: 31
Intinya:
> Alam bukan objek eksploitasi, tapi amanah Allah.
Hubungan ekonomi sirkular & ekoteologi Islam
Menariknya — ekonomi sirkular sebenarnya sangat sejalan dengan etika Islam.
Prinsip Ekonomi Sirkular Konsep Islam Maknanya
Tidak ada limbah Khalifah Manusia wajib menjaga bumi
Efisiensi sumber daya Mīzān (keseimbangan) Alam harus seimbang
Anti konsumtif Larangan israf Tidak boros
Daur ulang Ihya’ al-mawat (menghidupkan yang mati) Menghidupkan kembali yang tak terpakai
Regenerasi alam Rahmatan lil ‘alamin Kasih sayang ke seluruh makhluk
Kesimpulan
Ekonomi sirkular = sistem ekonomi ramah bumi
Ekoteologi Islam = landasan moral & spiritualnya
Jadi, ekonomi sirkular bisa dipahami sebagai:
> praktik praktisnya — sedangkan ekoteologi Islam adalah ruh etikanya.
Dengan kata lain:
Mengurangi sampah, memakai ulang, dan menjaga alam bukan sekadar tren lingkungan — tapi bagian dari ketaatan kepada Allah.
Berikut dokumentasi kegiatan webinar tersebut :


























