Jakarta Geopolitical Forum X/2026 hadir sebagai ruang dialog figur-figur prominen dunia untuk membahas bagaimana mengembalikan kekuatan kerja sama internasional
Jakarta Geopolitical Forum X/2026 diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI sebagai respons terhadap tantangan fragmentasi global. Bertema utama "Strengthening Multilateralism and National Resilience", forum ini berfokus menjawab realitas dunia yang semakin terhubung namun terfragmentasi.
Kegiatan yang berlangsung pada 9 Juli 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta ini bertujuan meninjau efektivitas kerja sama multilateral saat ini dan mencari jalan keluar untuk mengembalikan kekuatan kerja sama internasional.
Jakarta Geopolitical Forum (JGF) X/2026 resmi diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) pada Kamis, 9 Juli 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta. Forum berskala internasional ke-10 ini mengangkat tema utama "Strengthening Multilateralism: Survival Amid Global Turbulence and a Fragmented World". Langkah ini diambil sebagai respons nyata atas meningkatnya polarisasi dan fragmentasi global akibat persaingan ketat kekuatan negara-negara besar dunia.
Fokus Diskusi Utama
Forum strategis yang diikuti oleh sekitar 250 peserta, termasuk para diplomat, duta besar negara sahabat, akademisi, dan lembaga strategis ini dibagi ke dalam tiga sesi pleno utama :
- The Decline of Multilateralism in the Multipolar Era: Menyoroti mundurnya multilateralisme di era multipolar.
- The Shift Toward Strategic Protectionism: Membahas pergeseran global menuju proteksionisme strategis.
- Global Technology Competition: Mengulas kompetisi ketat di sektor teknologi global.
Figur Prominen yang Hadir.
Diskusi tingkat tinggi ini mempertemukan berbagai figur penting untuk merumuskan rekomendasi kebijakan konkret:
- Sugiono (Menteri Luar Negeri RI): Hadir menyampaikan pidato kunci (keynote speech) yang mempertanyakan efektivitas kerja sama kolektif dunia saat ini.
- Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si. (Gubernur Lemhannas RI): Memimpin jalannya forum sekaligus menekankan pentingnya otonomi strategis serta ketahanan nasional.
- Para Diplomat dan Pakar Geopolitik: Berasal dari dalam maupun luar negeri untuk bertukar pandangan strategis.
Melalui JGF X/2026, Indonesia berkomitmen kuat mencarikan solusi kolaboratif agar negara kecil dan menengah tetap mampu menjaga kedaulatannya di tengah turbulensi global.
Sepuluh tahun, Jakarta Geopolitical Forum tak pernah absen memberi strategi menjaga stabilitas kawasan dari gempuran geopolitik kontemporer.
Di tengah situasi dunia yang semakin terfragmentasi, JGF X/2026 hadir mempertemukan figur-figur prominen dunia untuk membahas bagaimana mengembalikan kekuatan kerja sama internasional.
Dalam sambutan pembukanya, Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., mengundang setiap pembicara untuk mendiskusikan setiap gagasan secara terbuka dalam forum ini.
Dentum gong dari Menteri Luar Negeri RI Sugiono resmi memulai JGF X/2026 yang mencoba mengatasi fragmentasi dengan menelaah penguatan multilateralisme sebagai strategi bertahan di tengah turbulensi.
#LemhannasRI
#JGF2026
https://www.facebook.com/reel/954916934263660/
Saksikan tayangan resmi terkait penyelenggaraan dan persiapan forum dialog internasional ini melalui video berikut:
Live channel YouTube
https://www.youtube.com/live/IbYayky-FmQ?si=yCNtVMF-pVhzkrR1
Berikut dokumentasi kegiatan tersebut :
By, POINT Consultant







































