Alam Mulai Bicara
(Prof. Dr. Prasetijono Widjojo Malang Joedo, MA (sering ditulis Prasetijono Widjojo MJ) adalah seorang ekonom senior, birokrat, dan pemikir tata kelola pemerintahan di Indonesia)
Telinga tertutup sumbat kekuasaan
Lantunan ayat suci tak mampu menembus nurani
Mata terhalang kabut hitam ketamakan
Sinar ilahi terhalang tabir dengki
Niat suci terkubur tumpukan penyakit hati
Langkah terhambat rintangan keserakahan
Jalanan penuh sampah korupsi yang membius
Tujuan mulia tertimbun limbah kepentingan
Jejak sejarah hilang karena senjata bumi hangus
Bendera kepentingan dikibarkan
Kalau perlu dengan akal bulus
Ketika alam bicara
Tujuh gunung bercengkerama
Sinabung, Lewotobi, Dukono, Semeru
Ibu, Ili Lewotok, dan Anak Krakatau
Menyapa dengan semburan lava
Menebar abu melontar pasir dan batu
Udara dipenuhi kabut silika
Sementara gelombang panas mengembara
Menghembus kering dan panas udara
Hutan terbakar menyesakkan dada
Sebagian karena ulah manusia
Di negeri orang alam juga menyapa
Tsunami tak lagi menerjang pantai
Meluncur dari puncak gunung membelah ngarai
Mengajak pergi ribuan jiwa
Berkelana antar dunia
Walau Kau sapa dengan bencana
Tak semua bisa melihat dengan seksama
Tak semua mampu mendengar pesan semesta
Cahaya ilahi terhalang kesombongannya
Suara nurani terbelenggu rantai nafsu membara
Ketika alam bicara
Kaum papa terus berdo’a
Memohonkan ampun para pemimpinnya
Mendoakan kesehatan para panutannya
Dengan niat tulus dan hati yang ikhlas
Berharap ada perubahan nyata
Bekerja keras dan cerdas
Di hari-hari yang penuh prahara
Untuk memenuhi kebutuhan keluarga
Anak dan istri tercinta
Ketika harapan sirna terbang bersama bencana
Pemimpin lupa akan rakyat yang memilihnya
Amanat penderitaan rakyat tak lagi diingatnya
Mandat konstitusi diabakannya
Seakan dunia dalam genggamannya
Uang rakyat diselewengkannya
Dikorupsi tanpa malu bahkan sambil tertawa
Penjara dan hotel tak ada bedanya
Kemewahan dapat dibelinya
Sipir penjara tersenyum menutup mata
Tinggal menunggu saatnya
Ketika alam bicara
Nada dan irama dalam orchestra
Panggung semesta menegur manusia
Agar ingat waktu yang tersisa
Kesombongan dan kekuasaan yang fana
Akan berakhir dalam nestapa
Walau kemunafikan akan ada sampai akhir dunia
Kejujuran, keikhlasan dan semangat baja
Bekal ketika merawat asa mencapai cita-cita
Ketika alam bicara
Memberikan tanda-tanda semesta
Cahaya hati bagi yang diberkahi
Perisai tangguh bagi yang dilindungi
Lentera ketika gelap menyambangi
Beruntunglah mereka yang tetap istiqomah
Tegak lurus menjalankan amanah
Semangat dan hati nurani tak pernah goyah
Terus berjuang dan melangkah
Walau dilempari sumpah serapah
Walau di sekitar penuh nafsu serakah
Walau badan lelah dan nafas terengah-engah
Tetap maju pantang menyerah
Berdo’a memohon ampun dan berkah
Bisa meraih husnul khotimah
Ketika alam bicara
Tak seorangpun mampu menghalangi
Manusia hanya bisa memitigasi
Menggunakan ilmu dan teknologi
Walau hasilnya penuh teka-teki
Sejauh dengan niat tulus dan suci
Tuhan akan memberkahi
Ketika alam bicara
Tetaplah berbuat baik untuk negeri
Jagalah hati dari perbuatan keji
Rawatlah teman dengan silaturahmi
Jagalah keluarga dari iri dan dengki
Jauhi segala fitnah nan keji
Terus memohon keberkahan Ilahi
Tangerang, 8 September 2026
PWMJ-08092026
Reposting by POINT Consultant

