Fakta Utama Anggaran Pendidikan & MBG (2024–2026)
1. Total Anggaran Pendidikan Tetap Naik
2024: Rp 665 triliun
2025: Rp 724,3 triliun
2026: Rp 757,8 triliun
Pertumbuhan rata-rata: ± 6,8% per tahun (CAGR)
➡️ Artinya: meskipun ada program besar MBG, total ruang fiskal pendidikan tidak menyusut.
2. Anggaran Kesejahteraan Guru Tumbuh Lebih Cepat
2024: Rp 175,7 triliun
2025: Rp 203,6 triliun
2026: Rp 211,4 triliun
Laju pertumbuhan: mendekati 10% per tahun
➡️ Ini lebih cepat dibanding pertumbuhan total anggaran pendidikan.
3. Komponen Kesejahteraan Guru yang Naik
Kenaikan terjadi pada:
Gaji ASN
2024: Rp 111,3 T
2025: Rp 121,1 T
2026: Rp 122,6 T
Tunjangan ASN (TPG/TKG/Tamsil)
2024: Rp 56,7 T
2025: Rp 70,1 T
2026: Rp 74,8 T
Tunjangan guru non-ASN
2024: Rp 7,7 T
2025: Rp 12,5 T
2026: Rp 14,1 T
➡️ Kesejahteraan guru lintas status (ASN & non-ASN) tetap diprioritaskan.
4. Posisi MBG dalam Struktur Anggaran Pendidikan (2026)
Dari total Rp 757,8 triliun:
Gaji guru/tenaga pendidik: Rp 274,7 T (36,2%)
MBG: Rp 223,6 T (29,5%)
Bantuan pendidikan (BOS, LPDP, dana abadi, dll): Rp 161,6 T (21,3%)
Sekolah unggulan: Rp 47,6 T (6,3%)
Sekolah rakyat: ± Rp 47,4 T (gabungan ± 6,3%)
➡️ MBG besar, tapi bukan yang terbesar. Pos terbesar tetap guru & tenaga pendidik.
5. Kesimpulan Data (versi teknokratik)
- MBG tidak menggerus anggaran pendidikan inti.
- Kesejahteraan guru tidak terdampak negatif, bahkan tumbuh lebih cepat.
- Struktur belanja menunjukkan ko-eksistensi:
- MBG sebagai intervensi gizi & SDM jangka panjang
- Guru sebagai tulang punggung sistem pendidikan


