SERAT WITARADYA :
PANCA PRATAMA DAN PANCA GUNA, AJARAN KEPEMIMPINAN DI DALAM SĔRAT WITARADYA KARYA R. NG. RANGGAWARSITA TAHUN 1863 M
Panca Pratama dan Panca Guna adalah dua pilar ajaran kepemimpinan moral dalam Serat Witaradya karya pujangga Jawa legendaris, R. Ng. Ranggawarsita (1863 M), yang menekankan pada sifat-sifat mulia seperti mulat (introspeksi), milala (menjauhkan diri dari keburukan), miluta (berani karena benar), serta kewajiban rumeksa (melindungi) dan rumati (mengayomi), untuk menciptakan pemerintahan yang stabil dan makmur dengan mengedepankan kejujuran, kebijaksanaan, serta pengabdian kepada rakyat, bukan sekadar kekuasaan.
Inti Ajaran:
- Panca Pratama (Lima Awal/Dasar): Merupakan dasar etika dan moral pribadi pemimpin, meliputi:
- Mulat (Merenung/Introspeksi)
- Milala (Menjauhkan diri dari hal tercela)
- Miluta (Berani membela kebenaran)
- Malidharma (Menerima tugas dengan tulus)
- Palidharma (Menjalankan tugas dengan jujur).
- Panca Guna (Lima Kegunaan/Fungsi): Merupakan pelaksanaan tugas kepemimpinan dalam melayani rakyat, meliputi:
- Rumeksa (Melindungi)
- Rumati (Mengayomi/Merawat)
- Rumasuk (Memasukkan kebaikan)
- Rumesep (Menyelami/Memahami)
- Rumasa (Merasa memiliki tanggung jawab).
Tujuan :
- Tujuan utama dari ajaran ini adalah membentuk pemimpin yang berbudi pekerti luhur dan pelayan masyarakat yang handal, yang mampu menjaga keharmonisan, kemakmuran, serta stabilitas negara melalui keteladanan moral yang kuat.
- Singkatnya, Serat Witaradya menawarkan panduan kepemimpinan holistik yang mengintegrasikan pengembangan karakter pribadi (Panca Pratama) dengan tindakan nyata pelayanan publik (Panca Guna).
Panca Pratama dan Panca Guna adalah ajaran kepemimpinan Jawa yang bersumber dari Serat Witaradya karya R.Ng. Ranggawarsita, yang menawarkan solusi kepemimpinan ideal dengan prinsip-prinsip dasar (Panca Pratama) dan fungsi-fungsi vital (Panca Guna) untuk memimpin dengan bijaksana dan mengayomi rakyat, berfokus pada keadilan, kesejahteraan, dan moralitas, serta relevan untuk mengatasi krisis kepemimpinan di masa kini.
Panca Pratama (Lima Hal Utama)
- Ini adalah prinsip dasar atau kualitas inti yang harus dimiliki seorang pemimpin:
- Prawira (Berani): Memiliki keberanian moral untuk mengambil keputusan yang benar.
- Luhur (Budi Pekerti Luhur): Memiliki akhlak dan moralitas yang tinggi.
- Wicaksana (Bijaksana): Mampu berpikir dan bertindak dengan pertimbangan yang matang.
- Satya (Setia): Setia pada janji, rakyat, dan kebenaran.
- Ngerti (Mengerti): Memahami kondisi rakyat dan permasalahan yang dihadapi.
- Panca Guna (Lima Fungsi/Kegunaan)
- Ini adalah fungsi atau tugas vital yang harus dijalankan pemimpin:
- Mengkoreksi (Memperbaiki): Meluruskan kesalahan dan ketidakadilan.
- Mengayomi (Melindungi): Melindungi dan menaungi rakyatnya.
- Memimpin (Mengarahkan): Memberikan arah dan tujuan yang jelas.
- Menuntun (Membimbing): Membimbing rakyat menuju kebaikan.
- Menggugu (Menjadi Teladan): Menjadi contoh yang baik bagi rakyatnya.
Secara ringkas, Panca Pratama adalah karakter pemimpin, sementara Panca Guna adalah tindakan atau pelayanan pemimpin terhadap rakyatnya, keduanya saling melengkapi untuk mewujudkan kepemimpinan yang ideal.

