Teori Karl Marx
Teori Karl Marx berpusat pada kritik terhadap kapitalisme, menekankan konflik kelas (borjuis vs. proletar) yang didorong oleh ketimpangan ekonomi dan kepemilikan alat produksi, serta konsep alienasi (keterasingan buruh) dan perjuangan kelas sebagai motor utama perubahan sosial menuju masyarakat tanpa kelas (komunisme) melalui revolusi. Karyanya menginspirasi gerakan sosialis dan komunis, dengan fokus pada eksploitasi buruh melalui sistem upah rendah dan profit kaum pemilik modal.
Konsep Kunci Teori Karl Marx:
- Materialisme Historis: Sejarah manusia dipahami melalui perubahan cara produksi dan hubungan kelas, bukan ide atau agama.
- Kelas Sosial: Masyarakat terbagi menjadi kelas borjuis (pemilik modal/alat produksi) dan proletar (buruh/pekerja).
- Eksploitasi dan Alienasi: Kapitalisme mengeksploitasi buruh dengan membayar upah rendah dan mengambil "nilai lebih" (keuntungan) dari kerja mereka, menyebabkan buruh merasa terasing dari produk, proses kerja, diri sendiri, dan orang lain.
- Perjuangan Kelas (Class Struggle): Konflik inheren antara borjuis dan proletar adalah pendorong perubahan sosial yang akan membawa revolusi.
- Revolusi Proletariat: Keyakinan bahwa kaum buruh akan memberontak dan menggulingkan kaum kapitalis untuk menciptakan masyarakat tanpa kelas dan tanpa eksploitasi.
- Kapitalisme sebagai Sistem yang Tidak Stabil: Marx memprediksi bahwa krisis internal kapitalisme akan memicu pemberontakan dan kehancurannya sendiri.
Pengaruh dan Karya Utama:
- Karya Penting: The Communist Manifesto (bersama Friedrich Engels) dan Das Kapital.
- Pengaruh: Membentuk dasar Marxisme dan menginspirasi gerakan komunis, sosialis, serta gerakan buruh di seluruh dunia.
- Secara ringkas, teori Marx mengkritik ketidakadilan dalam sistem kapitalis, melihat konflik kelas sebagai keniscayaan, dan memproyeksikan masa depan masyarakat komunis yang egaliter.
Teori Karl Marx
POINT Consultant


